GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kuota taksi online dan reguler di Jateng akhirnya bertambah. Ini setelah Dinas Perhubungan (Dinhub) Provinsi Jateng mengeluarkan kebijakan kuota kompromi. Sebelumnya, Dinhub hanya memberikan kuota 4.136 unit. Namun setelah banyak mendapat protes dari para driver online, akhirnya Dinhub menambah 2.819 unit menjadi 6.955 unit.

“Kuota kompromi merupakan penetapan kebutuhan kuota kendaraan angkutan sewa khusus, yakni gabungan antara taksi reguler dan taksi online atau angkutan sewa khusus yang ditetapkan secara bersama, disetujui dan disepakati oleh pelaku pemangku kepentingan serta pihak angkutan taksi reguler plat kuning,” beber Kepala Seksi Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek, Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, Dikki Rulli Perkasa, Rabu (21/2).

Dikki menjelaskan, dari jumlah itu, terbagi wilayah Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Kota Semarang, dan Purwodadi) sebanyak 3.364 unit (Izin 2.500 unit dan tambahan 864 unit). Wilayah Subosukowonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen dan Klaten) sebanyak 1.410 unit (Izin 1.050 unit dan tambahan 360 unit). Wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen) sebanyak 385 unit (Izin 244 unit dan tambahan 141 unit).

Selanjutnya wilayah Bregasmalang (Brebes, Kota Tegal, Slawi dan Pemalang) sebanyak 716 unit (Izin 57 unit dan tambahan 659 unit).  Wilayah Petanglong (Pekalongan, Batang dan Kota Pekalongan) sebanyak  350 unit (izin 24 unit dan tambahan 326 unit). Wilayah Purwomanggung (Purworejo, Wonosobo, Magelang, dan Temanggung) berjumlah 435 unit (izin 198 unit dan tambahan 237 unit).

“Terakhir, wilayah Wanarakuti Banglor atau Juwana, Jepara, Kudus, Pati, Rembang dan Blora, kuota komprominya menjadi 275 unit. Rinciannya, izin 63 unit dan tambahan 212 unit,” rincinya.