Bantu Riset Ubi Jalar

402
BERI SUMBANGSIH : Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat saat melakukan audiensi dengan jajaran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana terkait rencana riset produk herbal. (istimewa)
BERI SUMBANGSIH : Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat saat melakukan audiensi dengan jajaran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana terkait rencana riset produk herbal. (istimewa)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Sido Muncul Tbk akan melakukan riset bersama Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dalam program pendidikan Farmakologi. Hal ini sebagai salah satu upaya dalam menghadirkan produk-produk herbal Indonesia.

Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M. Kes, dari program pendidikan Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana mengungkapkan, kandungan betakaroten, vitamin C dan vitamin E dalam ubi jalar memiliki manfaat cukup banyak bagi tubuh. Hasil penelitian Fakultas Udayana Bali, ternyata ubi jalar ungu juga mampu mengendalikan tekanan darah tinggi dan kadar gula darah.

“Kami sudah berhasil mengekstrak ubi jalar ungu. Namun penelitian berhenti dan tidak bisa dilanjutkan untuk produksi massal. Karena berbagai keterbatasan, maka penelitian itu meski sudah sampai pada kesimpulan, ternyata tak bisa diproduksi massal sebagai obat,” ujarnya, baru-baru ini.

Kondisi objektif bahwa para peneliti tak memiliki laboratorium lengkap, akhirnya mendorong Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengakomodir ide tersebut. Menurut Irwan, Indonesia sangat butuh penelitian-penelitian yang berbasis pada kearifan masyarakat.

Irwan menjelaskan untuk menjadi fitofarmaka, produk-produk herbal Indonesia harus melalui serangkaian riset. Khusus untuk riset ubi jalar ungu dari Universitas Udayana ini, Irwan meminta agar segera dilakukan riset bersama.

“Dua minggu lagi mulai. Jadi bulan depan kita awali dengan uji toksifitas dulu. Kalau lolos, uji manfaat, dan terus sampai nanti bisa kita produksi. Sido Muncul siap membantu produksinya,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjutnya, varian produksi PT Sido Muncul memang belum ada yang memanfaatkan ubi jalar sebagai bahan penyembuh. Irwan percaya kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Unud ini akan membawa kebaikan. “Niatnya kita tarik pada titik yang sama, menjadi yang baik untuk menebar kebaikan. Jadi bukan untuk eksistensi pribadi, atau apa yang sifatnya pribadi,” ujarnya. (dna/ric)