PPT Seruni Siap Dampingi Korban KDRT

861
SIMBOL KEBEBASAN : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Krisseptiana Hendrar Prihadi, Plt Sekda Agus Riyanto dan sejumlah undangan melepaskan merpati sebagai simbol komitmen pembebasan perempuan dari kekerasan. (Sigit Andrianto/Jawa Pos Radar Semarang)
SIMBOL KEBEBASAN : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Krisseptiana Hendrar Prihadi, Plt Sekda Agus Riyanto dan sejumlah undangan melepaskan merpati sebagai simbol komitmen pembebasan perempuan dari kekerasan. (Sigit Andrianto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Semarang cenderung meningkat setiap tahunnya. Data Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Kota Semarang menunjukkan 281 aduan yang masuk di tahun 2015. Di tahun 2016 terdapat 271 aduan dan meningkat menjadi 305 aduan pada tahun 2017.

Ketua PPT Seruni Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi menuturkan, terdapat dua kemungkinan dalam membaca kenaikan data ini. Pertama, tindak kekerasan yang memang naik, dan kemungkinan kedua adalah masyarakat, dalam hal ini perempuan, sudah lebih sadar untuk melapor atas perilaku kekerasan yang mereka alami.

”Kami selalu melakukan sosialisasi bahwa ada PPT Seruni di Kota Semarang yang akan mendampingi para korban kekerasan, berbasis jender,” jelasnya usai acara launching kantor baru Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Kota Semarang, di Jalan dr Sutomo, Senin (19/2).

Tia -sapaan akrabnya- menambahkan, dari data tersebut mayoritas kekerasan terjadi di lingkup rumah tangga berbentuk kekerasan fisik terhadap para perempuan. ”Untuk tahun 2017, dari 305 itu ada sekitar 222 dengan korban perempuan dewasa. Ada juga korban anak-anak,” tandasnya.

Demi menekan angka kekerasan yang kian naik, PPT Seruni terus melakukan sejumlah upaya. Seperti sosialisasi pola asuh dalam keluarga untuk membentuk rumah tangga yang jauh dari tindak kekerasan. ”Ini menjadi salah satu tindakan preventif kita selain tindakan pendampingan,” kata dia.