RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Empat pasar tradisional di Kota Magelang saat ini sudah dilengkapi dengan pos kesehatan. Pos kesehatan ini bisa diakses pedagang, pembeli hingga masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Joko Budiyono mengatakan, sejak diluncurkan dua tahun lalu, kini empat pasar yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sudah dilengkapi pos pelayanan kesehatan. Keempat pasar tersebut adalah Pasar Rejowinangun, Kebonpolo, Gotong Royong, dan Cacaban. Kegiatan pos pelayanan kesehatan ini digelar lewat kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Magelang.

“Pos pelayanan kesehatan itu melayani pemeriksaan kesehatan para pedagang dan masyarakat yang belanja di pasar serta penduduk sekitarnya dengan gratis. Kalau mereka merasa tidak enak badan, langsung periksa di pos tersebut,” jelas Joko.

Meski demikian, Joko menjelaskan, pos pelayanan kesehatan belum bisa buka setiap hari. Di Pasar Rejowinangun, pos tersebut hanya buka seminggu dua kali. Sedangkan Pasar Kebonpolo, Gotong Royong, dan Pasar Cacaban buka seminggu sekali. “Semuanya gratis mulai pemeriksaan kesehatan, obat dan jika harus disuntik juga gratis. Hal itu juga berlaku bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pasar. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter dibantu perawat,” papar Joko.

Pos pelayanan kesehatan ini dibuka sebagai upaya menciptakan pasar sehat. Selain itu, menurut Joko, untuk menciptakan pasar sebagai destinasi wisata. “Karena itu setiap Minggu pahing utamanya di Pasar Rejowinangun pengunjung dan pedagang dihibur pentas seni tradisional.”

Joko juga menambahkan, pihaknya menyelenggarakan lomba penataan barang dagangan serta lomba kebersihan, keindahan dan ketertiban (K3). Selain itu, pelaksanaan kegiatan lainnya yaitu berupa pasar tertib ukur dengan tujuan agar barang yang dibeli oleh pembeli harus sesuai timbangan.

“Terbaru, kami lengkapi dengan informasi harga-harga barang. Kemudian pengelolaan air cucian limbah daging menjadi pupuk cair. Ke depan kita akan terapkan e-retribusi, yaitu pedagang membayar retribusi langsung dengan bank, tidak lagi dengan petugas pasar,” jelas Joko. (cr3/ton)