Sediakan Ruang Khusus Anak

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – KEPALA Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah, Djoni Priyatno, mengatakan, aturan terkait penempatan pelaku pidana anak di bawah umur memang disediakan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kutoarjo. Namun, pelaksanaannya tetap memperhitungkan kapasitas dari rumah tahanan (rutan) itu sendiri.

Lha kalau (LPKA) sudah overkapasitas, ya mau (ditahan) di mana? Paling tidak di masing-masing rutan pasti disediakan satu kamar khusus. Pemisahan kamar juga termasuk adanya pengawasan secara khusus,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (18/2).

Djoni mengatakan, pihaknya juga kesulitan ketika dengan institusi hukum seperti peradilan yang tak jarang tetap menghitung pelaku pidana di bawah umur meskipun usianya telah 18 tahun lebih 1 hari. Padahal jika sesuai dengan aturan, di atas usia 18 tahun, maka harus dipindahkan ke rutan dewasa.

“Kita itu antar institusi tidak mengimbau, tapi kalau surat edaran yang mengimbau aparat penegak hukum lainnya atau mungkin MoU itu kan sebenarnya undang-undang peradilan anak sudah cukup, semua institusi seharusnya secara otomatis mematuhi,” ujarnya.

Djoni menegaskan, pihaknya juga tidak ingin kecolongan dan selalu mengecek data dari pelaku pidana anak yang ditempatkan di LPKA Kutoarjo. Menurutnya, aturan undang-undang anak sudah jelas bahwa yang dapat disebut sebagai anak adalah mereka yang berusia di bawah 18 tahun.

“Selebihnya, sudah pasti kami tempatkan di rutan dewasa. Namun bisa saja yang bersangkutan tidak dipindah, hal itu apabila dia masih menjalani pendidikan misalnya Kejar Paket A, B atau C,” tandasnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -