Orang Bercadar Serang Kampung Nambangan

520
BUKTI KEKERASAN : Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Rinto Sutopo didampingi Kasubag Humas AKP Esti Wardiani menunjukkan barang bukti yang diamankan saat penyerangan Kampung Nambangan oleh puluhan orang tak dikenal, Sabtu (17/2) sore lalu. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
BUKTI KEKERASAN : Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Rinto Sutopo didampingi Kasubag Humas AKP Esti Wardiani menunjukkan barang bukti yang diamankan saat penyerangan Kampung Nambangan oleh puluhan orang tak dikenal, Sabtu (17/2) sore lalu. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dua warga Kampung Nambangan Magelang Tengah kota Magelang terluka akibat sabetan senjata tajam yang dilakukan oleh puluhan orang tidak dikenal bercadar masker, Sabtu (17/2) lalu sekitar pukul 15.40 WIB. Hingga kini, aparat Polres Magelang Kota masih menyelidiki dan mendalami kasus tersebut.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan melalui Kasat Reskrim AKP Rinto Sutopo menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung sangat singkat sekitar kurang lebih 15 menit.

“Diduga para pelaku berjumlah lebih dari 20 orang dengan memakai cadar dan masker mengendarai puluhan sepeda motor. Aksi tersebut berlangsung singkat sekitar 15 menit, kemudian para pelaku langsung meninggalkan lokasi,” tandas Rinto, Minggu (18/2).

Berdasarkan keterangan korban dan saksi-saksi, kejadian ini berawal dari kedatangan rombongan pelaku berbaju serba hitam dan cadar memakai masker berteriak-teriak seraya mencari seseorang warga Kampung Nambangan bernama Jarot. Namun rombongan pelaku, menurut Rinto, tidak berhasil menemukan orang yang dicarinya.

Saat itu, salah satu korban, Ari Subianto, 34, warga Kampung Nambangan usai pulang kerja berkumpul bersama saksi Joko dan Hendra, 19, di lapangan Nambangan. Kemudian Joko menyuruh korban Hendra untuk membeli rokok menggunakan sepeda motor milik Ari. “Sekitar 50 meter Hendra dicegat oleh sekelompok orang yang berpakaian hitam, kemudian melakukan kekerasan terhadap Hendra dan sepeda motor yang dikendarai. Selanjutnya Hendra lari sambil meninggalkan kendaraannya,” beber Rinto.

Silakan beri komentar.