Ngotot Berjualan di Alun-Alun, PKL Cari Dukungan Dewan

444

SRAGEN – Tuntutan pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Sragen agar diperbolehkan kembali berdagang di lokasi tersebut belum berakhir. Senin (19/2), mereka giliran mencari dukungan ke DPRD setempat.

Para pedagang ini menggelar aksi long march dari Kantor Pemkab Sragen ke gedung DPRD setempat. Perwakilan pedagang diterima Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto dan para wakil ketua dewan. Dalam kesempatan tersebut mereka mengeluarkan uneg-uneg-nya .

Perwakilan pedagang, Khoirul Yonatan mengatakan, mereka meminta dukungan karena legislatif punya hak memanggil bupati dan dinas terkait. Guna menyelesaikan permasalahan di Sragen.

”Mohon supaya diusahakan pedagang bisa berjualan lagi di alun-alun,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo.  

Pihaknya menyampaikan, sudah mencoba berjualan di sekitar Stadion Taruna, tempat baru yang disediakan pemkab. Tapi kondisi di area tersebut sepi pembeli. Karena itu, mereka menuntut agar dikembalikan ke Alun-Alun.

”Di kota mana pun, Alun-Alun itu pasti ada PKL. Ini Sragen aneh, PKL tidak diperbolehkan berjualan,” keluhnya.

PKL ini tidak bisa dibandingkan dengan Solo. Jika Solo sudah disediakan, tinggal pindah ke lokasi baru. Namun di Sragen belum disiapkan apa-apa.

”Kami tujuh bulan kelaparan, tidak bisa jualan,” keluhnya.

Khoirul menyampaikan, sebelumnya ada paguyuban, namun tidak memihak para pedagang. Justru mereka menghalang-halangi niat pedagang untuk mengajukan keberatan. Padahal, sebelumnya setiap hari pedagang ditari Rp 1.000 dengan alasan diberikan ke pemkab.

Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto yang menemui pendemo berjanji menyampaikan tuntutan tersebut.

”Seperti teman-teman PKL ketahui, yang punya wewenang membuat kebijakan adalah bupati. Tapi saya janji akan mengajak rembugan bupati terkait tuntutan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta pengertian para PKL agar pindah berjualan di sekitar Stadion Taruna. Tahun ini pemkab sudah menganggarkan Rp 750 juta untuk penataan PKL di Stadion Taruna.

Menurut Yuni, Alun-Alun Sragen merupakan landmark Bumi Sukowati. Pemkab ingin Alun-Alun mempunyai daya tarik lebih, sehingga bisa dibanggakan. Atas pertimbangan itu, pemkab merevitalisasi Alun-Alun.

”Alun-alun akan ada penyempurnaan. Banyak yang belum tersedia seperti fasilitas bangku, taman-taman, dan tulisan Sragen nanti dibuat eye catching  yang bisa menyala,” terangnya.

(rs/din/fer/JPR)

Silakan beri komentar.