33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Lahan Rumah Bersubsidi Habis

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Lahan untuk pembangunan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau rumah bersubsidi di Semarang sudah habis. Daerah-daerah penyokong maupun hunian vertikal diharapkan dapat menjadi alternatif.

Wakil Ketua REI Jateng Bidang Humas, Promosi dan Publikasi, Dibya K Hidayat mengatakan, harga tanah di area Semarang, baik yang berlokasi di tengah kota maupun pinggiran kini sudah tidak memungkinkan untuk pembangunan rumah bersubsidi.

“Di Semarang sekarang harga tanah minimal Rp 300 ribu per meter, itu pun sudah yang di daerah-daerah pinggiran. Padahal untuk bisa membangun rumah bersubsidi dengan harga jual yang telah ditentukan, maka harga tanah maksimal Rp 200 ribu,” ujarnya, kemarin.

Hunian vertikal atau rumah susun diharapkan dapat menjadi alternatif. Namun demikian, untuk saat ini juga dinilai masih belum terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sebab upah minimum regional Semarang masih di bawah minimal rata-rata penghasilan untuk menyicil rumah susun.

“Harga rumah FLPP saat ini Rp 130 juta, sedangkan untuk rumah susun dua kali lipatnya yaitu sekitar Rp 240 juta. Untuk bisa mengambil rumah susun ini, maka penghasilan per bulan minimal Rp 7 juta. Nah, untuk MBR di Semarang ini belum masuk,” ujarnya.

Alternatif lain, lanjutnya, pembangunan FLPP di kota-kota sekitar Semarang, khususnya yang sudah mulai ramai dengan industri. Diantaranya Kendal dan Demak. “Ungaran untuk FLPP saat ini harga tanah juga sudah mahal, yang masih memungkinkan Kendal dan Demak. Selain itu dua kota tersebut juga sudah mulai banyak industri yang masuk. Sehingga hunian juga sangat dibutuhkan,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Tarif Parkir Berjenjang, Dishub Lepas Tangan

”Kami tidak memiliki kewenangan mengatur soal tarif parkir sistem berjenjang. Tarif dan pajak itu kewenangan Bapenda.” Tri Wibowo - Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang SEMARANG...

Tak Bisa Pesan Petak Makam

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang mengklaim tidak ada makam fiktif di TPU Giriloyo. Sejak Perda Kota Magelang Nomor 9 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan dan...

Nikmatnya Berbuka dengan Nasi Kebuli

SEMARANG - Hotel Novotel Semarang menyajikan menu berbuka puasa tahun ini dengan cara live cooking. Menu yang menjadi andalan adalah nasi kebuli. Executive Chef Hotel...

Kembali ke Tiga Bangunan Biru

Oleh: Dahlan Iskan Saya bisa ke Panmunjom lagi. Rabu minggu lalu. Kali ini dari sisi Korea Utara. Saya pernah ke Panmunjom. Sekitar 35 tahun lalu. Dari...

Jangan Hanya Kejar Tilangan

SEMARANG-Polda Jawa Tengah mencatat korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah ini selama tahun 2016 sebesar 4.424 jiwa. Artinya, rata-rata korban tewas kecelakaan...

Tingkatkan Edukasi Terkait Investasi

SEMARANG – Bambang Kiswono resmi dilantik menjadi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng dan DIY, Senin (18/9). Ia menggantikan Moch Ihsanuddin yang...