Jembatan Merah Rusak, Dibangun Jembatan Darurat

543
PANTAU –Bupati  Batang Wihaji bersama relawan kerja bakti membuat jembatan darurat penghubung Desa Kambangan dan Desa Tombo Batang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)PANTAU –Bupati  Batang Wihaji bersama relawan kerja bakti membuat jembatan darurat penghubung Desa Kambangan dan Desa Tombo Batang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
PANTAU –Bupati  Batang Wihaji bersama relawan kerja bakti membuat jembatan darurat penghubung Desa Kambangan dan Desa Tombo Batang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG, BATANG – Bupati Wihaji bersama 200 relawan yang terdiri dari Banser, TNI Kodim 0746 Batang, Polres Batang dan warga di Kecamatan Bandar dan Blado kerja bakti membuat jembatan darurat Sabtu (17/2).

Jembatan tersebut merupakan akses penghubung Dukuh Kemploko Desa Kambangan Kecamatan Blado dengan Dukuh Tampingan Desa Tombo Kecamatan Bandar.

Pembuatan jembatan darurat tersebut, karena Jembatan Merah gantung di desa setempat rusak pada Selasa sore, (13/2) akibat tertimpa pohon beringin. Akibatnya jembatan miring, sehingga akses warga kedua desa terputus terutama untuk pelajar MTS Agung Iman Desa Tombo yang biasa melewati jembatan tersebut untuk bersekolah.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, dibuat jembatan darurat karena setelah dicek Dinas Pekerjaan Umum ternyata perbaikan membutuhkan waktu. Sumber kekuatannya berada di fondasi tali seling baja, namun sudah rapuh, sehingga harus ada fondasi cakar ayam untuk menguatkan tali selingnya.

“Perbaikan jembatan butuh waktu 28 hari, padahal sangat dibutuhkan warga. Maka saya perintahkan desa, kecamatan dan BPBD untuk membuat jembatan darurat ini,” kata Wihaji.

Ia juga mengatakan, jembatan darurat hanya sementara sambil menunggu perbaikan jembatan gantung. Nantinya akan dievaluasi kalau airnya tinggi, jembatan dinaikkan karena perbaikan jembatan butuh waktu maksimal dua bulan.

“Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telibat, relawan, TNI dan Polri gotong-royong membikin jembatan darurat,” papar bupati.

Bupati Wihaji juga mengatakan bahwa Sungai Lojahan juga sangat potensi sebagai destinasi rafting dengan air yang deras dan berbatuan sangat menantang adrenalin. Hal ini sangat mendukung program tahun kunjungan wisata 2022 Heaven Of Asia.

“Setelah jembatan selesai kita akan fokus pada destinasi rafting di Sungai Lojahan. Bahkan jembatan gantung merah ini menarik untuk potensi wisata,” ucapnya.

Warga Dukuh Kemloko Desa Kambangan Kecamatan Blado Tasmui mengatakan, sangat senang dengan pembuatan jembatan darurat ini, walau sementara. Dengan begitu masyarakat bisa beraktivitas normal.

“Dengan jembatan darurat tidak perlu muter 10 km naik doplak (mobil pikap) kalau mau berangkat sekolah. Tetapi memang masyarakat dan anak sekolah harus hati-hati saat melewati jembatan,” tandas Tasmui. (han/lis)