Oleh : Sri Hardiyati Wahyurini SPd *)
Oleh : Sri Hardiyati Wahyurini SPd *)

RADARSEMARANG.COM – GERAKAN literasi tidak asing lagi bagi siswa. Sekalipun ada jam khusus untuk kegiatan literasi, namun tidak salah jika dalam pembelajaran masih ada aktivitas yang berkaitan dengan literasi. Salah satu di antaranya keterampilan menulis. Banyak manfaat yang dipetik dari menulis, di antaranya meningkatnya kecerdasan, makin berkembangnya daya inisiatif dan kreativitas, menumbuhkan keberanian.

Dalam pembelajaran menulis geguritan, masih banyak siswa yang enggan untuk melaksanakannya. Siswa merasa tidak bisa menulis, tidak tahu tujuannya, tidak suka, dan tidak berbakat menulis. Hal itu dikarenakan siswa masih mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide atau gagasan yang hendak ditulis. Salah satu strategi untuk memperoleh ide menulis geguritan dengan sebuah objek gambar. Siswa menjadi lebih fokus untuk menuangkan gagasan dari gambar yang dimilikinya.

Adapun langkah untuk memulai aktivitas menulis geguritan, di antaranya siswa sebelumnya dipersilakan untuk memilih sebuah objek gambar yang disukai. Gambar itu diperoleh dari berbagai sumber, seperti lewat media internet, media cetak atau koleksi foto yang dimiliki. Dari gambar tersebut siswa diharapkan mengamati objek gambar secara detail. Siswa dapat menemukan ide-ide yang hendak ditulis berdasarkan pengamatan. Hanya dengan sebuah gambar akan muncul pertanyaan-pertanyaan yang dapat digali dan dituangkan melalui ungkapan perasaan.

Setelah menemukan sebuah ide yang dipilih, siswa menuliskan kata-kata berbahasa Jawa secara teliti dan lengkap berdasarkan pengamatan objek gambar tersebut. Semakin jeli pengamatannya, siswa semakin mudah untuk memperoleh kata-kata yang sesuai pada objek gambar. Selanjutnya kata yang sudah dipilih dikembangkan menjadi larik-larik sederhana. Siswa belajar merangkai kata-kata yang menarik sesuai dengan pengamatan, perasaan, serta pengimajinasian. Siswa merasa senang dan leluasa karena dapat bermain kata yang begitu banyak. Untuk memperoleh larik-larik yang indah, siswa dapat menggunakan gaya bahasa, simbolisme, persajakan, tipografi atau tata bentuk. Siswa juga dapat memakai berbagai sarana seperti :  memunculkan parikan, perulangan kata, purwakanthi, antonim, rimbag, tembung saroja, dasanama, tembung entar atau sarana lain. Siswa tidak perlu dibatasi untuk jumlah larik dan baitnya. Bentuk penulisannya pun tidak ditentukan. Siswa diharapkan dapat mengeksplor dan mengembangkan daya kreativitasnya sesuai keterampilan masing-masing.