Waspada Kanker pada Anak

479
TETAP SEMANGAT : Seorang anak penderita kanker tampak antusias mewarnai objek dalam acara workshop peringatan Hari Kanker Anak Sedunia, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP SEMANGAT : Seorang anak penderita kanker tampak antusias mewarnai objek dalam acara workshop peringatan Hari Kanker Anak Sedunia, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penyakit kanker saat ini tidak hanya menyerang orang dewasa. Beberapa tahun terakhir anak-anak pun menjadi penderita kanker. Menurut data World Health Organization (WHO) mencatat, setiap tahun lebih dari 150 ribu anak didiagnosis menderita kanker. Perlunya pendektisian dini bisa mencegah penyakit bertambah parah dan bisa disembuhkan.

Ketua panitia workshop peringatan Hari Kanker Anak Sedunia, dr. Bambang Sudarmanto SpAK MARS mengatakan sejak 2015 penyakit tidak menular termasuk kanker mengalami peningkatan. Ada 150 ribu penderita per tahun. Di RSUP dr Kariadi sendiri, kanker menjadi penyakit terbanyak kedua setelah jantung. “Di rumah sakit ini pengidap kanker menyumbang angka terbesar setelah jantung,” katanya.

Menurut informasi yang dihimpun, di Indonesia sendiri, prevelensi kanker pada anak usia 0-14 tahun, tercatat sebesar 16.291 kanker pada anak. Saat ini jenis kanker leukemia menjadi tertinggi pada anak, yakni sekitar 2,8 per 100.000. Diikuti dengan kanker bola mata atau retinoblastoma sebesar 2,4 per 100.000. “Kanker ini bisa dicegah agar tidak masuk stadium akut dengan pendeteksian secara dini. Jika pada orang dewasa, kanker terjadi karena gaya hidup tidak sehat,” tutur pria yang bekerja sebagai dokter spesialis anak konsul hermatologi – orkologi anak ini.

Ia menjelaskan, pendeteksian dini kanker bisa dilakukan dimasyarakat. Diantaranya lewat Posyandu, sekolah, Puskesmas, dan lain sebagainya. Yang jelas, lanjut dia deteksi dini level bawah dan level dua yakni rumah sakit daerah, kemudian rumah sakit rujukan agar kanker yang diderita tak bertambah parah. “Sayangnya di lapangan kanker baru terdeteksi setelah stadium lanjut, sehingga sulit untuk disembuhkan,” timpalnya.