TINJAU BANJIR: Bupati Batang Wihaji saat meninjau salah satu rumah warga yang terkena banjir di Desa Klidang Lor Kecamatan Batang Jawa Tengah. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
TINJAU BANJIR: Bupati Batang Wihaji saat meninjau salah satu rumah warga yang terkena banjir di Desa Klidang Lor Kecamatan Batang Jawa Tengah. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sungai Sambong Batang yang bermuara di pesisir Kabupaten di pantura meluap dan memuntahkan air ke dua Desa di Kecamatan Batang. Akibatnya kurang lebih 1500 rumah terendam air setinggi 30 cm sampai 50 cm.

Salah satu relawan, Iwan Arifianto, yang siaga di lokasi sejak Kamis sore (15/2) mengatakan, luapan air yang berasal dari Sungai Sambong diketahui mulai menggenangi pemukiman sejak pukul 18.00, hingga tengah malam.“Semalam bahkan di Dukuh Tempu Rejo Desa Klidang Lor ketinggian air hampir sedada, namun segera surut,” ujarnya Jumat dini hari (16/2).

Dijelaskan ralawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Batang ini, walaupun air terus meluap memasuk rumah warga, namun menjelang subuh luapan air dari Sungai Sambong sudah tidak terlihat sehingga sisa air yang menggenang di pemukiman lebih cepat surut.“Tadi pagi (kemarin, red) melihat air surut, relawan kembali ke pos masing-masing, namun kami tetap siaga dan berjaga bila ada banjir susulan, karena cuaca tidak bersahabat,” ucapnya.

Pada Kamis malam juga, saat mendapat laporan daerahnya banjir Bupati Batang, Wihaji, langsung memutuskan untuk memonitor langsung ke lokasi. Didampingi beberapa pejabat dan relawan, Bupati masuk kedalam kampung-kampung yang kebanjiran, khususnya di Klidang Lor yang cukup parah.

“Kita berupaya agar Pemerintah hadir di tengah masyarakat dan terkait penanganan banjir secara konferensif saya masih akan kumpulkan pihak terkait untuk mengambil tindakan yang bisa dilakukan karena tidak bisa diputuskan sendiri melainkan melibatkan mereka yang lebih paham kondisi daerahnya,” ungkap Wihaji, Jumat dini hari setelah mengunjungi beberapa lokasi banjir.

Pemerintah daerah, kata Bupati melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah relawan sudah langsung berada di lokasi untuk melakukan upaya penanganan darurat seperti evakuasi dan mendirikan posko bencana. Dari hasil temuan dilapangan, dikatakan Bupati bahwa penyebab banjir selain dari alam juga faktor galangan kapal dan pendangkalan sungai.