Selundupkan Sabu ke Lapas Kedungpane

Dikemas dalam Kotak “Ayam Penyet Surabaya”

592
NEKAT: Tersangka Erwin Sulistiyo saat diamankan petugas Lapas Kedungpane. (inzet) barang bukti sabu. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
NEKAT: Tersangka Erwin Sulistiyo saat diamankan petugas Lapas Kedungpane. (inzet) barang bukti sabu. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Erwin Sulistiyo benar-benar nekat. Ia mencoba menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane Semarang. Sabu seberat hampir 100 gram tersebut dimasukkan ke dalam dua bungkus rokok yang disimpan di dalam nasi kotak “Ayam Penyet Surabaya.” Masing-masing kotak rokok diisi sabu seberat 48,46 gram dan 51 gram. Namun aksi nekat Erwin berhasil digagalkan petugas lapas, Jumat (16/2) sekitar pukul 15.00 kemarin.

Kepala Lapas Kedungpane, Taufiqurrakhman, menjelaskan, aksi penyelundupan sabu tersebut dengan modus mengirimkan nasi kotak kepada salah satu narapidana penghuni lapas tersebut.

“Kebijakan kami memang setelah pukul 17.00, keluarga napi diperbolehkan mengirimkan makanan. Namun tetap harus melalui prosedur yang kami tetapkan,” ujarnya, Jumat (16/2).

Taufiq membeberkan, penggagalan upaya penyelundupan tersebut terjadi saat dilakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur pengiriman makanan kepada napi. Saat nasi kotak merek “Ayam Penyet Surabaya” dibuka, ditemukan dua bungkus rokok di dalamnya. “Ada dua bungkus rokok Marlboro yang kemasannya masih utuh. Begitu kami buka bungkusnya, ternyata di dalamnya berisi paket sabu,” terangnya.

Erwin mengaku hendak mengirimkan nasi kotak tersebut kepada seorang napi bernama Ricky Hefnar Pratanto bin Sutanto alias RH. Namun saat dilakukan pengecekan data penghuni lapas, tidak ada napi atas nama tersebut. Taufiq menduga, ini merupakan akal-akalan yang dilakukan Erwin untuk mengelabui petugas. “Sudah kami cari napi dengan nama itu, tapi belum ketemu. Jangan-jangan mereka ini hanya berupaya menyamarkan. Tapi, pasti akan kami temukan napi yang dituju itu,” katanya optimistis.