Pasar Lumpuh, Dagangan Hanyut

Genuk Terendam, Mangkang Ketar-Ketir

353
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Banjir di sejumlah titik di Kota Semarang, melumpuhkan aktivitas warga. Seperti di Pasar Klitikan Waru, banjir menggenang sejak Kamis malam (17/2) hingga Jumat sore (18/2), telah menyebabkan para pedagang tidak dapat melakukan transaksi jual beli.

Hanya beberapa kios yang buka di pasar ini. Itupun dimanfaatkan para pedagang untuk membersihkan sisa genangan yang masuk ke dalam kios. Sejumlah barang dagangan seperti kursi, dan sejumlah tabung televisi tampak mengambang di berbagai sudut.

Surya, 50, pedagang peralatan pertukangan, mengungkapkan bahwa air mulai masuk ke tokonya pada Kamis malam sekitar pukul 19.00. Puncak ketinggian permukaan air, dikatakan olehnya, terjadi pada pukul 21.00, mencapai 1 meter. ”Rata-rata genangan air mencapi satu meter. Soalnya di daerah sini, ada yang jalannya menjorok lebih dalam, sehingga genangannya bisa satu meter lebih,” terangnya.

Banjir ini, dikatakan olehnya, merupakan banjir susulan. Seminggu yang lalu, banjir juga melanda sejumlah kios Pasar Klitikan Waru. ”Kalau jumlah kiosnya saya ndak hafal. Banyak lah. Kalau pasar tradisionalnya nggak kena, soalnya baru. Hanya jalannya saja,” ujarnya menceritakan.

Selain di Pasar Klitikan Waru, banjir juga menggenangi sepanjang Jalan Raya Muktiharjo. Bahkan, banjir dengan kedalaman kurang lebih setengah meter ini, sudah terjadi hampir seminggu. Praktis keadaan ini membuat sejumlah kendaraan yang nekat lewat mogok. ”Yang terparah tadi malam, karena hujan deras. Ada satu pompa, tapi sepertinya tidak berfungsi,” ujar Tian, 34, saat menengok ibunya yang kebanjiran.

Banjir di jalan raya ini dinilai sangat mengganggu aktivitas warga setempat. Termasuk terhambatnya aktivitas pendidikan. Sebab, untuk menuju sekolah, warga harus memilih jalan alternatif dengan jarak tempuh dua kali lipat.