Ganjar-Yasin Dengarkan Wejangan Gus Mus

649
NGOBROL SAMBIL NGOPI: Ganjar Pranowo, Taj Yasin, dan Gus Mus terlibat obrolan santai sambil ngopi di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NGOBROL SAMBIL NGOPI: Ganjar Pranowo, Taj Yasin, dan Gus Mus terlibat obrolan santai sambil ngopi di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, REMBANG – Cagub Ganjar Pranowo memilih Kabupaten Rembang sebagai tempat blusukan di hari kedua kampanye, Jumat (16/2). Di wilayah Pantura ini, Ganjar srawung dengan ratusan nelayan untuk menyerap aspirasi. Dia juga bertandang ke kediaman KH Mustofa Bisri (Gus Mus) bersama Taj Yasin Maimoen untuk mendengarkan wejangan.

Ketika ngobrol santai dengan para nelayan, Ganjar diminta untuk tetap menjadi pengayom dan pelindung nelayan Jateng. Sebab, ketika terjadi hiruk-pikuk larangan penggunaan alat tangkap cantrang, Ganjar dengan berani berkomunikasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti untuk membela nelayan.

Koordinator Nelayan TPI Tanjungsari, Rembang, Sugeng Mulyadi banyak curhat mengenai persoalan nelayan. Salah satunya soal penegakan hukum terhadap nelayan yang menggunakan alat tangkap jaring trawl atau sotok. Mereka mengancam akan melakukan razia jika nelayan sotok terus beroperasi di lautan. “Kami berharap agar Pak Ganjar ada solusi terhadap persoalan tersebut. Sotok ini sangat merusak biota laut, bahkan mulai dari telur hingga ikan yang ada di atas terangkut semua,” ujarnya.

Di Rembang, pengguna sotok terus merajalela hingga merugikan nelayan lain. Padahal, sotok sudah dilarang sejak 1980 silam. Tapi sampai sekarang masih ada saja yang menggunakannya. “Kami berharap penggunanya ditangkap dan dihukum agar jera. Jangan cuma ditahan sehari terus dilepaskan,” ungkapnya.

Menanggapi curhatan itu, Ganjar menegaskan, sudah ada Perda yang melarang penggunaan sotok di laut. “Ini kan tinggal penegakan hukum, nanti kami teruskan ke aparat. Kan biar fair juga tata cara pengambilan ikan itu bagaimana, ada regulasi yang mengatur,” ucapnya.