RAYAKAN IMLEK: Penyanyi Ibu Kota, Denada, menghibur ribuan pengunjung Kelenteng Agung Sam Poo Kong saat puncak perayaan Imlek, kemarin. (bawah) Penampilan Paguyuban Barongsai Tri Suci di halaman Kelenteng Tay Kak Sie, Pecinan. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAYAKAN IMLEK: Penyanyi Ibu Kota, Denada, menghibur ribuan pengunjung Kelenteng Agung Sam Poo Kong saat puncak perayaan Imlek, kemarin. (bawah) Penampilan Paguyuban Barongsai Tri Suci di halaman Kelenteng Tay Kak Sie, Pecinan. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Puncak perayaan Imlek 2569 di Kota Semarang dimeriahkan sejumlah acara. Di Kelenteng Sam Poo Kong, digelar pesta budaya perpaduan Jawa dan Tionghoa. Selain pertunjukan liong samsi dan barongsai dari sejumlah grup, juga dipentaskan kesenian reog Ponorogo Budoyo Mudo Taliwongso dari Weleri Kendal dan tarian gambang Semarang. Tampil pula penyanyi Ibu Kota Denada menghibur ribuan pengunjung kelenteng.

Direktur Operasional Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Mulyadi Setya Kusuma, mengatakan, perpaduan kesenian ini merupakan lambang kebersamaan masyarakat Semarang tanpa melihat perbedaan warna kulit maupun agama. ”Pesta budaya ini adalah pesta dari kita semua, dan untuk kita semua. Kami menggandeng seluruh lapisan masyarakat untuk merayakan bersama,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Plt Gubernur Jateng, Sri Puryono, yang hadir dalam perayaan Imlek tersebut mengatakan, perayaan ini hendaknya dijadikan ajang untuk memupuk toleransi dan gotong royong. Ia mengatakan, siapapun yang tinggal di bumi Indonesia, mereka memiliki tugas dalam menjaga kebersamaan. ”Kebersamaan adalah keniscayaan. Maka menjadi tugas bersama untuk saling menghargai, untuk memajukan ibu Pertiwi,” katanya.

Puryono berharap, dalam perayaan Imlek tahun ini, tidak hanya kebudayaan Jawa dan Tionghoa saja yang menyatu. Lebih dari sekadar seni dan tradisi, warga juga dapat menyatu dalam hati.  ”Saya yakin melalui integrasi kultural akan memperkuat keindonesiaan dan kemajemukan harus terawat dengan baik. Semoga semakin mempererat jalinan di antara kita,” harapnya dalam acara yang juga dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Rukma Setyabudi, dan Wakil Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu tersebut.

Sementara itu, perayaan Imlek juga digelar di halaman Kelenteng Tay Kak Sie. Di kelenteng tertua di Semarang itu, digelar turnamen barongsai yang diikuti lima grup.