RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Kesadaran akan rekam data EKTP masyarakat Kabupaten Semarang masih rendah. Hal itu dibuktikan dengan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Semarang dimana hingga pertengahan Februari masih ada 22 ribu warga yang belum rekam data.

“Hingga Februari ini masih ada 22.872 warga yang belum melakukan rekam data,” kata Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang Budi Kristiono, Kamis (15/2). Menurut Budi, belum selesainya proses rekam data tersebut tentunya akan mempengaruhi warga yang hendak menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub Juni 2018 mendatang.

Meski belum semua warga yang sudah rekam data belum memiliki EKTP karena keterbatasan blangko. Namun mereka akan diberikan Surat Keterangan (Suket) dimana fungsinya sama dengan EKTP.“Sembari menunggu blangkonya datang lagi, mereka yang sudah rekam data kita berikan Suket,” katanya.

Dijelaskannya, dari 22.872 warga tersebut, 7.741 diantaranya merupakan pemilih pemula saat Pilgub 2018 nanti. Pihaknya terus mendorong warga yang belum melakukan rekam data, untuk segera rekam data. Berbagai upaya dilakukan yaitu antaralain dengan memberikan edaran ke setiap kecamatan. Dimana kecamatan tersebut nantinya menindak lanjuti surat tersebut dengan memberikan undangan ke masing-masing warganya.

Khususnya untuk warga yang belum melakukan rekam data EKTP. “Kami akan mendorong agar warga untuk segera melakukan rekam kependudukan di kecamatan masing-masing,” ujarnya. (ewb/bas)