Oleh : Erni Widyawati, S.Pd
Oleh : Erni Widyawati, S.Pd

RADARSEMARANG.COM – Penerapan kurikulum 2013 di tingkat SMA sudah dilaksanakan beberapa tahun yang lalu, tetapi banyak mengalami kesulitan dalam penerapan pembelajaran. Kurikulum 2013 menuntut keaktifan siswa dalam belajar. Tugas seorang guru dalam memberikan suatu pengetahuan, melatih suatu kecakapan serta menentukan arah dan keyakinan bukanlah suatu hal yang mudah. Di samping harus memiliki kesabaran, kreativitas, menjadi teladan, pendidik juga dituntut memiliki pengetahuan dasar dalam mengajar, termasuk dalam penerapan metode yang benar dan waktu yang tepat.

Saat ini, banyak siswa yang kurang termotivasi untuk belajar. Hal tersebut dapat dilihat dari sikap siswa yang acuh terhadap proses pembelajaran, tidak memperhatikan guru ketika menjelaskan materi serta tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Guru sangat berperan untuk membangkitkan motivasi belajar terhadap materi yang akan dipelajari. Tingkah laku dan tutur bahasa dalam menyampaikan mata pelajaran, etika bergaul dengan siswa serta penampilan sangatlah mempengaruhi rasa cinta siswa terhadap ilmu yang diajarkan. Ilmu pendidikan akan mudah diterima siswa apabila ada rasa suka terhadap guru serta materi yang menarik.

Pembelajaran di sekolah pada saat ini mulai disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi khususnya internet, mempercepat aliran ilmu pengetahuan. Program-program di internet bukan hanya menampilkan data dan informasi, tetapi juga ilmu pengetahuan yang dapat diakses secara cepat oleh penggunanya. Dan tentu saja kondisi ini berpengaruh pada kebiasaan dan budaya pendidikan yang dikelola selama ini.

Kemajuan dan perkembangan teknologi sudah demikian menonjol, sehingga penggunaan alat-alat bantu mengajar seperti alat-alat audio,visual serta perlengkapan sekolah disesuaikan dengan perkembangan zaman tersebut. Dan juga harus disesuaikan dengan tuntutan kurikulum sesuai dengan materi, metode, dan tingkat kemampuan belajar siswa agar dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan baik di sekolah.

Media pembelajaran yang digunakan selama proses belajar-mengajar mayoritas menggunakan media papan tulis dan power point. Namun pemahaman konsep dari siswa tersebut masih kurang. Hal ini terbukti dengan nilai mereka yang masih belum terlalu baik pada tataran soal-soal konseptual. Oleh karena itu, dibutuhkan media yang tepat guna peningkatan dalam pemahaman konsep oleh siswa.