Sri Puryono (Ricky Fitriyanto/jawa pos radar semarang)
Sri Puryono (Ricky Fitriyanto/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah wilayah di Jateng, terutama Kota Semarang dan Surakarta, punya kawasan Pecinan atau Chinatown. Praktis perayaan Imlek bakal terasa meriah. Mereka yang tidak merayakan Hari Raya Imlek, diminta untuk menghargai euforia perayaan kalangan Tionghoa tersebut.

Sekda Jateng, Sri Puryono berharap, Imlek tahun ini bisa kondusif layaknya tahun-tahun sebelumnya. “Bisa saling menghargai dan menghormati,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dijelaskan, perbedaan kepercayaan dan ras di Indonesia sudah dijamin Undang-undang. Karena itu, tidak ada salahnya jika memberikan toleransi kepada umat untuk merayakan Imlek. Bahkan, seluruh warga bisa sama-sama menjaga kondusifitas wilayah masing-masing.

Toleransi dan gotong royong ini, lanjutnya, merupakan intisari dari empat pilar atau konsensus dasar. Yakni  Pancasila, UUD 45, Kebhinekaan, serta keutuhan NKRI. “Harus betul-betul direalisasikan. Bukan sekadar omongan dan ucapan saja. Perlu dihayati dan diamalkan,” harapnya.

Dia juga berharap, toleransi antarumat beragama ini bisa terus dijaga sampai tahapan akhir Pilgub Jateng 2018. Pasalnya, tdak sedikit golongan yang memanfaatkan momen dalam kontestasi demokrasi ini untuk memecah belah persatuan. Terutama lewat hembusan isu-isu SARA.

“Kemarin masing-masing paslon, pendukung, tokoh agama, dan semua pihak sudah mendeklarasikan menghindari isu SARA sebagai komoditas kampanye hitam. Ini harus dijaga bersama. Hormati perbedaan. Toh tujuan kita sama. Menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya. Tidak lupa, Sekda juga mengucapkan selamat Hari Raya Imlek bagi yang merayakannya. “Selamat Imlek, semoga sukses. Tuhan selalu memberkati,” ucapnya. (amh/ric)