Digerus Longsor, Akses Jalan Dusun Sasak Terputus

102

TOROH– Jalan penghubung Dusun Sasak, Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh dengan Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon, dan Desa Karanganyar Kecamatan Geyer longsor, membuat akses warga terputus. Kini longsornya jalan ditangani warga secara darurat dengan membangun jembatan dari bambu.

Kejadian longsor tersebut terjadi pada Selasa (13/2) sekitar pukul 19.00, saat hujan deras mengguyur desa tersebut. Awalnya longsor menggerus sekitar satu meter, lalu melebar menjadi tiga meter dan terus melebar hingga Rabu (14/2) siang menjadi 20 meter dengan kedalaman 7 meter, sehingga menghabiskan seluruh badan jalan.

”Kemungkinan longsor terjadi akibat tergerus air Sungai Beganjing dari Asem Rudung Kecamatan Geyer. Sebab arusnya sangat deras saat hujan turun,” ujar salah satu warga setempat, Munawar.

Diungkapkan longsornya jalan membuat akses warga terputus. Bahkan, jika memutar harus keluar desa, selain jauh kondisi jalan juga susah dilalui kendaraan. ”Untuk sementara jika warga ingin menyeberang bisa lewat pekarangan rumah-rumah warga. Kendaraan roda bisa, tapi kalau kendaraan roda empat tidak bisa lewat,” katanya.

Kemarin, warga berinisiatif membuat jembatan darurat dari bambu. Jembatan yang memiliki panjang 16 meter dan lebar dua meter tersebut ditujukan untuk pejalan kaki. Adanya itu untuk memudahkan akses pertanian dan pendidikan warga.

BPD Desa Ngrandah Kecamatan Toroh Edi mengatakan, sebelumnya di lokasi tersebur telah dibangun talut untuk penahan jalan agar tidak longsor. Namun baru selesai dibangun, talut longsor bersama keseluruhan badan jalan.

Bahkan, pekan depan rencana pengecoran jalan di lokasi tersebut dengan panjang 110 meter akan mulai dikerjakan. ”Bulan ini rencana akan ada pengerjaan rabat beton dengan dana PAD Rp 65 juta. Material sudah ada di seberang desa ini. Karena jembatan tak mampu dilalui kendaraan roda empat, maka material diambil warga menggunakan kendaraan roda dua,” ujarnya.

Staf DPUPR Grobogan Sujiono Santoso yang meninjau lokasi mengungkapkan akan mengerahkan bantuan darurat seperti sak untuk menahan bangunan jembatan. ”Kami baru bisa menindaklanjuti darurat, karena baru bisa dianggarkan di APBD-Perubahan nanti. Sebab longsor ini cukup luas. Sementara desa diminta membuat pengajuan bantuan darurat yang ditujukan ke dinas,” jelasnya.

(ks/int/ali/top/JPR)

Silakan beri komentar.