Dalihnya Kembali ke Alam, Tanpa Elektronik dan Kimia

1433
PENGGEREBEGAN : Petugas gabungan tim Lidpam Pomal Lantamal V Surabaya, tim Sabhara Polrestabes Semarang dan warga saat melakukan penggerebekan di rumah Andi di Palebon RT 1 RW 11, Kecamatan Pedurungan, Rabu (14/2) kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGGEREBEGAN : Petugas gabungan tim Lidpam Pomal Lantamal V Surabaya, tim Sabhara Polrestabes Semarang dan warga saat melakukan penggerebekan di rumah Andi di Palebon RT 1 RW 11, Kecamatan Pedurungan, Rabu (14/2) kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – AKTIVITAS di dalam rumah di daerah Palebon RT 1 RW 11 Kecamatan Pedurungan yang digerebeg tim gabungan yakni, tim Lidpam Pomal Lantamal V Surabaya dan tim Sabhara Polrestabes Semarang, banyak kejanggalan. Pasalnya penghuni kedua rumah tersebut, mencapai 43 orang. Sedangkan anak-anak dilarang sekolah.

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Semarang, rumah bernomor 5 dan 7 tersebut merupakan milik Rondiono alias Andi, 63, yang ditempati istri dan pengikutnya. Sebelum digerebeg, dahulunya rumah tersebut merupakan sebuah bengkel mobil.

“Dulunya itu bengkel mobil, kemudian dialihfungsikan menjadi rumah. Tapi kok sekarang digunakan seperti itu. Sebenarnya warga sudah curiga, karena terkesan tertutup. Apalagi kalau malam hari, lampunya mati,” kata warga sekitar, Suhartini saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (15/2) kemarin.

Diakuinya, pemilik rumah tersebut tergolong orang sukses dalam membuka usaha bengkelnya. Bahkan, Andi memiliki seorang guru spiritual, namun sudah meninggal semenjak 1,5 tahun silam.

“Dulu punya guru, dipanggilnya eyang. Kalau gurunya dulu baik. Tapi setelah meninggal dunia, sekarang dia (Andi, Red) kok berubah. Segala yang dia punya dijual. Gak tahu untuk apa,” katanya.

Selain itu, kejanggalan yang dirasakan warga sekitar adalah rumah yang selalu tertutup rapat dan tidak ada interaksi dengan warga di luar bangunan rumah Andi. “Kadang pas ada yang bertemu salah satu wanita pengikut Andi, langsung ditegur. Tapi malah dijawab, di dalam kan tidak ngapa-ngapain. Mereka kelihatannya juga tidak pernah pergi ke masjid, padahal depannya ada masjid,” katanya sambil menirukan ucapan wanita salah satu penghuni rumah tersebut.