Tentara Dilibatkan Stabilkan Harga Beras, Ini Alasannya

140

Revolusi pola Sergap yang disampaikan dandim saat mengambil jamdan ini diikuti Kasdim Mayor Inf Ngatija, para pasi serta danramil dan ratusan anggota prajurit maupun ASN kodim.

”Di sini saya memberi tanggung jawab seluruh danramil hingga babinsa untuk merubah pola strategi dalam serapan gabah petani (sergap),” tegas Dandim 0717/Purwodadi Letkol Arm Teguh Cahyadi.

Dijelaskan, para danramil dan babinsa harus merubah pola sergap, dari semula hanya mendampingi pedangan atau penggilingan untuk menjual beras ke gudang bulog. Kini mereka harus turun langsung ke sawah untuk membeli gabah petani dan mengolahnya untuk menjadi beras, kemudian dimasukkan ke gudang bulog.

Hal ini sekaligus melatih praktik bisnis yang profesional dan menguntungkan sekaligus melindungi yang lemah, untuk permasalahan modal kodim akan bekerjasama dengan salah satu bank. Serta melalui koperasi yang sanggup mengeluarkam 80 persen dari nilai proyek dengan bunga 13 persen.

Tujuanya  bukan hanya membeli gabah petani, namun untuk merubah secara mendasar struktur pasar yang ada selama ini. “Perubahan strategi ini, tindak lanjut instruksi Mentan Amran Sulaiman untuk revolusi mental di sektor pertanian, juga revolusi mental di bulog yang pola kerjanya semula secara konvensional menjadi lebih efisien dan efektif,” imbuhnya. 

(ks/int/ali/top/JPR)