Pilgub, Kesempatan Emas Wujudkan Pemerintahan Bersih

180
NOMOR KEBERUNTUNGAN : Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Sudirman Said-Ida Fauziyah mendapatkan nomor urut 2 (dua), dalam pengundian pasangan calon di Hotel Patra Jasa Semarang, Selasa malam (13/2) kemarin. (ISTIMEWA)
NOMOR KEBERUNTUNGAN : Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Sudirman Said-Ida Fauziyah mendapatkan nomor urut 2 (dua), dalam pengundian pasangan calon di Hotel Patra Jasa Semarang, Selasa malam (13/2) kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemilihan Kepala Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur) Jateng adalah kesempatan emas untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih. Pilkada adalah hajat rakyat semesta dan harus menjadi ajang makmum mencari imamnya.

Calon Gubermur Jateng, Sudirman Said mengungkapkan hal itu pada acara pengambilan nomor urut pasangan calon Pilgub Jateng 2018, di Semarang, Rabu (13/2) kemarin.

Lebih lanjut Pak Dirman menyampaikan, demokrasi dan politik harus dikembalikan pada harkat dan martabatnya. Saatnya orang baik, yang jujur dan memiliki integritas masuk ke jalur politik dan menjadi pemimpin di daerah-daerah. “Dengan begitu KPK tidak akan lagi memiliki pasien dari kepala daerah,” lanjut Pak Dirman.

Menurutnya, cukup 93 kepala daerah, 72 bupati/walikota dan 21 gubernur yang berurusan dengan KPK. Cukup sudah 144 anggota DPR RI dan DPRD, 25 menteri/kepala lembaga, dan 175 pejabat eselon satu menjadi pasien KPK. “Cukup sudah lebih dari Rp 200 triliun uang negara tercuri. Uang ini setara dengan 10 APBD Jateng,” lanjut Pak Dirman.

Pak Dirman menegaskan, dirinya dan pasangannya berkomitmen tidak akan menambah jumlah kepala daerah yang tersandung kasus hukum. “Kami berjanji tidak ingin menambah jumlah kepala daerah yang tertangkap KPK. Kami berdua, Mbak Ida Fauziyah dan saya Sudirman Said, beserta seluruh partai-partai koalisi dan barisan relawan berikrar ingin membangun pemerintahan yang bersih, yang dimulai dengan kepemimpinan yang bersih, yang benar-benar bekerja hanya untuk rakyat,” tandas Pak Dirman.