MI Pasekan Gunakan Rumah Warga

Kekurangan Kelas

412
MINIM RUANGAN: Siswa kelas V MI Pasekan yang terpaksa meminjam ruang tamu rumah warga untuk proses KBM, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MINIM RUANGAN: Siswa kelas V MI Pasekan yang terpaksa meminjam ruang tamu rumah warga untuk proses KBM, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pasekan, Kecamatan Ambarawa terpaksa harus melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah warga. Hal itu dikarenakan belum memiliki ruang kelas yang representatif untuk belajar.

Diakui Kepal MI Pasekan, Widi Pramono kondisi tersebut jelas mempengaruhi proses KBM kepada siswa. “Proses belajar juga tidak bisa maksimal,” ujar Widi, Rabu (14/2). Sekolah tersebut berdiri di dalam naungan Yayasan Pusat Pendidikan Islam Sudirman (Yapis) Ambarawa.

Adapun rumah warga yang dipinjam untuk proses KBM tersebut berada persis di belakang sekolah. Dimana rumah tersebut digunakan untuk kelas V. “Menggunakan rumah warga ini sudah dua tahun,” lanjutnya.

Ironisnya, ruangan tersebut tidak bisa digunakan siswa dengan jumlah banyal. Hal itu dikarenakan luas dari ruangan rumah milik warga yang relatif sempit. Sehingga tidak mampu menampung banyak siswa. Untungnya, jumlah siswa kelas V hanya lima anak.

Ruang tamu di dalam rumah milik warga tersebut disulap menjadi layaknya kelas. Bangku yang terbuat dari kayu disusun sedemikian rupa menyerupai tata letak di dalam kelas. Dikatakan Widi, hal itu terpaksa dilakukan karena ruangan di sekolah yang dikepalainya belum mampu menampung semua siswa.