Kisruh Simpatisan dengan Aparat Kepolisian, Bom Molotov Meledak

60

Untuk membubarkan massa, Polres Blora terpaksa menurunkan ratusan personel. Mulai dari Dalmas, petugas negosiasi, pemadam kebakaran, penjinak bom dan lainnya. Totalnya, sekitar 600-an.

Bentrokan antara simpatisan dengan aparat kepolisian juga tak terhindarkan. Terpaksa petugas menyemprotkan water canon, gas air mata, serta anjing pelacak. Berkat kejelian petugas, provokator aksi berhasil dilumpuhkan.

JADI TONTONAN: Aksi unit satwa K-9 milik Polres Grobogan menjadi tontonan saat simulasi Simpam kota di Alun-alun Kota Purwodadi kemarin.
(SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Setelah massa berhasil dibubarkan, petugas berhasil menemukan bom molotov dengan daya ledak tinggi. Karena tidak bisa dijinakkan, bom terpaksa diledakkan.

Bentrokan dan ledakan tersebut merupakan bagian Sispam penanganan massa untuk mengamankan Pilgub. Kapolres Blora AKBP Saptono menuturkan, simulasi digelar untuk menunjukkan kesiapan personel polri dalam mengamankan Pilgub.

“Simulasi ini bertujuan agar personel yang terlibat dapat memahami tugas pokok dan fungsi serta peran masing-masing satuan, baik di tingkat pengamanan TPS, Polsek, maupun Polres,” jelasnya.

Bupati Blora Djoko Nugroho berharap pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah di wilayahnya tetap berlangsung aman dan kondusif.  “Hindari fitnah dan lain-lain. Tolong kendalikan tim sukses masing-masing sehingga Blora jadi contoh pilkada damai di Jateng,” pintanya.

Sementara itu, simulasi juga digelar di Alun-alun Grobogan, ada sekitar 700 personel dilibatkan dalam simulasi pengamanan Pilgub 2018 tersebut. unit satwa K-9. Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano mengatakan, simulasi pengamanan bertujuan untuk memberikan rasa aman, nyaman dan tenang di masyarakat.

” Kami libatkan 700 personel dari semua Polres, Polsek, TNI, Satpol PP dan Linmas se Kabupaten Grobogan,” terangnya.

(ks/sub/mun/ali/top/JPR)

BAGIKAN