Wali Kota Hendi Jamin Semarang Tetep Gayeng

302
JAGA TOLERANSI : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan sambutan saat membuka Pasar Imlek Semawis.
JAGA TOLERANSI : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan sambutan saat membuka Pasar Imlek Semawis.

RADARSEMARANG.COM – TOLERANSI antar umat beragama di Kota Semarang begitu tinggi. Perbedaan agama, suku, ras, maupun golongan, tidak menggoyahkan kondusifitas di Kota Lumpia ini. Semua saling menghargai dan menghormati. Termasuk ketika merayakan hari besar masing-masing agama.

“Tidak seperti tahun lalu, menjelang Imlek di tahun ini, saya terus ditanya oleh teman-teman media tentang pengamanan yang akan dilakukan, sebuah pertanyaan yang seingat saya tidak pernah ditanyakan di tahun-tahun lalu,” cerita Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat membuka Pasar Imlek Semawis 2018 di kawasan Pecinan Kota Semarang.

“Untuk itu saya tegaskan bahwa tidak ada yang berubah, dan tidak ada hal yang harus dikhawatirkan, yang terjadi di daerah lain tidak akan terjadi di Kota Semarang. Saya yakin kalau keberagaman merupakan kekuatan kita, dan terbukti hari ini perayaannya tetep gayeng seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegas wali kota yang juga akrab disapa Hendi itu.

Ketika ditanya terkait kasus yang terjadi akhir-akhir ini di beberapa daerah, seperti kejadian penyerangan Gereja di Yogyakarta, Hendi mengutuk aksi intoleran tersebut. “Intinya kalau mau hidup di Indonesia ya harus saling menghargai, kalau tidak bisa menghargai maka pindah saja ke negara lain,” tutur Hendi dengan suara sedikit meninggi.

Senada dengan Hendi,┬áKetua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Haryanto Halim mengungkapkan pentingya keberagaman sebagai pemersatu masyarakat. “Keberagaman bukan slogan, bukan hanya ucapan. Perbedaan agama, suku, dan ras tidak seharusnya menjadi belenggu. Aku adalah engkau, engkau adalah aku. Tidak ada engkau, tidak ada aku,” tutur Haryanto dalam sambutannya pada kegiatan pembukaan Pasar Imlek Semawis 2018.