Valentine: Seks Bebas, Kondom, dan Ancaman HIV AIDS?

281

Bagi Aktivis dan Pegiat HIV dari Yayasan KAKI Denies Talu, seks bebas untuk merayakan Valentine jelas-jelas perbuatan yang keliru. Hal itu meningkatkan ancaman jumlah penderita HIV AIDS akibat pergaulan bebas.

“Terkait ABG atau berondong beli kondom di hari valentine sepertinya biasa saja. Karena banyak dari mereka justru sudah pintar. Dan memanfaatkan momen kasih sayang dengan cara yang salah seperti pesta seks,” kata  Aktivis dan Pegiat HIV dari Yayasan KAKI Denies Talu kepada JawaPos.com, Rabu (14/2).

Pasalnya berdasarkan hasil survei, Yayasan KAKI justru menemukan fakta kalau banyak ABG saat ini tak mau menggunakan kondom saat berhubungan seks. “Alasannya tak enak. Dan belum lagi di saat mereka membeli itu enggak punya rasa malu untuk membeli kondom,” ujar pria pemilik akun Facebook Denies Talu itu.

Menurut Denies, mudahnya menggapai sumber informasi lewat dunia maya menjadi salah satu anak muda berhubungan seksual tanpa kondom. Karena dari dunia maya, mereka bisa tahu seks yang aman tanpa kondom. Padahal, kata dia, saat ini kondom masih efektif untuk mencegah tertularnya HIV AIDS.

“Setia sama pasangan, kurangi faktor risiko seks dan ketahui bagaimana HIV bisa terdapat di dalam tubuh. Dan gunakan kondom bila masih berisiko,” tukasnya.

Soal pesta seks di hari Valentine, tak hanya dilakukan oleh pasangan heteroseksual, namun gaya hidup bebas antara pasangan Lelaki Suka Lelaki (LSL) juga masih menjadi ancaman. Denies menegaskan fenomena HIV AIDS saat ini justru lebih rentan terjadi pada pasangan yang seringkali berganti pasangan seksual.

Untuk itu, Denies berharap masyarakat jangan membuat stigma pada ODHA dan untuk ODHA jangan menarik diri atau merasa dikucilkan.

“Kami terus melakukan pendampingan. Sebab masyarakat berisiko biasanya malu untuk melakukan uji tes virus HIV AIDS. Masyarakat yang tak berisiko pun merasa dirinya sehat. Padahal penularan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja serta oleh siapa saja termasuk dalam pergaulan bebas,” tegasnya.


(ika/ce1/JPC)