Terapkan E-Retribusi Tekan Kebocoran

223

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Pemkab Kendal akan mulai memberlakukan E-Retribusi atau penarikan retribusi secara non tunai di pasar-pasar tradisional.

Kepala Bakeuda Kendal Tri Marti Andayani mengatakan, rencananya E-Rertribusi ini akan diluncurkan Maret mendatang. “Saat ini masih dilakukan pengkajian dan sosialisasi,” tuturnya.

Menurutnya, dengan E-Retribusi ini akan memangkas kebocoran retribusi di pasar tradisional. Sebab transaksi dilakukan secara non tunai dan langsung masuk rekening kas daerah. “Sehingga tidak mungkin terjadi kebocoran,” katanya. Selain itu juga akan memangkas anggaran untuk petugas pemungut retribusi.

Teknisnya lebih kurang nanti setiap pedagang akan mendapatkan kartu E-Retribusi yang bisa dilakukan isi ulang atau pendebitan melalui rekening tabungan. Kartu nanti bisa digunakan untuk digesek atau ditempel pada mesin EDC yang telah disediakan.

“Jadi semua semua transaksi terpantau, pemasukan yang didapat akan langsung terlihat. Begitupun pedagang yang belum melakukan transaksi pembayaran retribusi juga terlihat. Adapun petugas nanti hanya memantau pedagang yang belum menggesek kartunya,” tandasnya.

Sebagai pilot project akan mulai diterapkan di Pasar Kendal. Jika memang berhasil nantinya akan diberlakukan di seluruh pasar tradisional di Kendal.

Bupati Kendal Mirna Annisa mengapresiasi E-Retribusi ini. Ide E-Retribusi ini sudah lama ingin ia terapkan. Namun baru tahun ini bisa terealisasi karena butuh pengganggaran dan kesadaran masyarakat.

“Dengan retribusi ini tentu akan menambah Pendapatan Asli Daerah. Sehingga tidak ada kebocoran dana retribusi yang dilakukan oleh oknum maupun keteledoran oknum petugas pemungut retribusi,” tegasnya.  (bud/zal)