Project Based Learning, Tingkatkan Kreativitas Siswa

319
Oleh : Dra Yulia Diana
Oleh : Dra Yulia Diana

RADARSEMARANG.COM – ERA pasar bebas menuju abad 21 menuntut para generasi muda harus lebih kreatif dan inovatif, persaingan semakin lebih ketat, keinginan dan kebutuhan konsumen semakin beragam. Sedangkan produk-produk dari luar negeri membanjiri negara Indonesia sangat beraneka ragam model dan kemanfaatannya,sehingga mempengaruhi konsumen untuk bersifat konsumtif. Rendahnya tingkat kreativitas suatu produk akan mengancam perkembangan perekonomian bangsa. Oleh karena itu, permasalahan ini harus segera  diatasi. Siapakah yang akan memajukan perkembangan suatu negara?  kalau bukan para generasi muda.

Generasi muda yang produktif mampu berkarya dan berkreativitas, oleh karena itu  diperlukan bekal pendidikan baik formal maupun non formal agar dapat menciptakan hasil karya yang memiliki nilai estetika dan nilai jual, mampu bersaing dengan dunia luar. Jenjang pendidikan formal yaitu pendidikan dasar dan menengah, non formal berupa pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan secara kelembagaan, sangat mempengaruhi perkembangan siswa untuk dapat meningkatkan kreativitasnya, ditambah lagi adanya kerjasama dengan dunia industri atau dunia usaha dapat membentuk diri siswa untuk selalu aktif dan kreatif. Dalam dunia pendidikan pada jenjang kejuruan, peluang usaha bagi siswa dalam berkreativitas cukup tinggi.

Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran yang tepat, dapat menentukan keaktivitasan dan kreatif siswa dalam berkarya. Penerapan model pembelajaran Project based learning bertujuan siswa mampu menentukan ide, menigkatkan kreativitas, menciptakan produk dan menjalin kerjasama dengan orang lain.Dalam proses pembelajarannya, siswa baik secara berkelompok atau individudibimbing untuk melakukan pengamatan, melalui mencari sumber informasi baik secara langsung yaitu berupa observasi/survey ataupun tidak langsungyaitu dengan mencari informasi melalui media sosial, dari hasil informasi yang diterima dan dikelola lalu didiskusikan secara berkelompok untuk menentukan ide dalam menciptakan produk. Sebelum produk tersebut dibuat secara massal, hasil diskusi di presentasikan terlebih dahulu untuk memperoleh persetujuan dari pembimbing.

Melalui model pembelajaran Project based learning siswa akan lebih aktif dan semangat.Dengan bimbingan bapak/ibu guru dari hasilkreativitas yang dimiliki siswa akan dapat menciptakan peluang usaha baik bagi dirinya sendiri maupun untuk orang lain, walaupun siswa tersebut masih dalam proses pendidikan. Ide-ide yang di tuangkan dalam bentuk sebuah produk-produk yang unik dan bermanfaatserta memiliki nilai estetika dan nilai jual dapat meningkatkan produk karya anak bangsa. Tidak hanya siswa berkreasi dalam produk saja, namun siswa dibimbing untuk memasarkan produk tersebut melalui berbagai macam kegiatan, misalnya dengan menyelenggarakan pameran, bazar ataupun menampilkan hasil kreatifitasnya dalam mengikuti kegiatan lomba-lomba baik yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat atau daerah dan lembaga-lembaga swasta.