Polda Jateng Periksa 2 Saksi

Kasus Video Diskreditkan PDIP

370
DUKUNG PILKADA DAMAI : Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono berfoto bersama para wartawan dalam acara Deklarasi Pilkada Damai Wartawan di Vina House, Selasa (13/2). (Adityo dwi/jawa pos radar semarang)
DUKUNG PILKADA DAMAI : Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono berfoto bersama para wartawan dalam acara Deklarasi Pilkada Damai Wartawan di Vina House, Selasa (13/2). (Adityo dwi/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng tengah mendalami dua orang yang diduga terlibat kasus penyebaran video yang mendiskreditkan PDI Perjuangan. Menjelang Pilgub, di Kabupaten Banjarnegara digegerkan beredarnya video berkonten provokasi. Video tersebut dengan cover bertuliskan “PDI-P dan Komunis Siap Membantai Umat Islam”.

“Di Banjarnegara itu kan ada akun facebook yang memuat berita atau informasi yang istilahnya mendiskreditkan salah satu partai politik, sehingga diadukan ke Polres Banjarnegara,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, usai kegiatan Deklarasi Pilkada Damai Wartawan di Vina House, Selasa (13/2).

Dia menambahkan, Polres Banjarnegara telah menindaklanjuti laporan yang dilakukan parpol bersangkutan. Selain itu, Ditreskrimsus Polda Jateng juga turun tangan memberikan asistensi ke Banjarnegara untuk mengecek akun facebook termasuk Whatsaap (WA). “Kalau masuk dalam proses undang undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) ya kita proses dengan undang-undang ITE,” tegasnya.

Menurut Condro, temuan kasus ini baru satu-satunya menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak di Jateng. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang menemukan konten-konten black campaign, atau informasi-informasi bernuansa memecah belah untuk segera dilaporkan.

“Kita ada satgas anti black campaign, di Polres-Polres kita juga membentuk Satgas yang sama, nanti akan kita tindaklanjuti. Ini bagus, kalau sekiranya ada hal-hal yang membuat potensi konflik dilaporkan saja, akan kita tindaklanjuti. Jangan sampai mereka mengambil tindakan sendiri,” tegasnya.