Perluasan Lahan Parkir Poncol, PKL Digusur

110
DIPAGAR SENG: Petugas gabungan saat memasang pagar seng di lahan milik PT KAI di Stasiun Poncol yang menjadi tempat jualan PKL. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPAGAR SENG: Petugas gabungan saat memasang pagar seng di lahan milik PT KAI di Stasiun Poncol yang menjadi tempat jualan PKL. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Para pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Stasiun Poncol pasrah saat tempat jualan mereka dipagar seng. Mereka tak melakukan perlawanan, dan tetap berjualan seperti biasa saat petugas gabungan melakukan penertiban. Bahkan, seorang pembeli tampak asyik menikmati makanan, meski di depan warung dipasang seng dengan kerangka baja ringan.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, penertiban tersebut melibatkan 75 petugas gabungan dari PT KAI, Satpol PP dan TNI-Polri. Lahan yang ditertibkan  seluas 9.000 meter persegi. Rencananya, lahan tersebut akan dijadikan lahan parkir.

“Setelah ditertibkan, langsung dipagar seng, nantinya tempat ini akan dibuat tempat parkir,” kata Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Suprapto.

Suprapto menjelaskan, jika perluasan lahan parkir harus dilakukan PT KAI menyusul semakin meningkatnya jumlah penumpang di Stasiun Poncol. “Saking banyaknya penumpang, terkadang parkir di stasiun masih kurang,” ujarnya.

Dari data yang ada, jumlah  penumpang di Stasiun Poncol berkisar antara 4.500 sampai 5.000 orang per hari saat hari biasa. Jumlah tersebut meningkat tajam  saat liburan mencapai 6.000 sampai  7.000 penumpang per hari.

“Dengan perluasan ini, kami harap bisa mengakomodasi penumpang yang menggunakan moda transportasi KA di Stasiun Poncol,” harapnya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro PM, mengatakan, penertiban dilakukan untuk menegakkan Perda Kota Semarang terkait trotoar. Total ada tujuh lapak PKL, empat di antaranya menempati tanah milik PT KAI. “Ada PKL yang menggelar dagangan di atas trotoar, empat di antaranya menempati tanah PT KAI,” katanya. (den/aro)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here