Masuk Zona Merah, OPRB Ditingkatkan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Wilayah Kabupaten Magelang yang berbukit mempunyai banyak potensi bencana, salah satunya adalah tanah longsor. Wilayah Grabag merupakan salah satu wilayah yang termasuk dalam zona merah.

Sejarah kebencanaan di Desa Sambungrejo Kecamatan Grabag dari hasil Kajian dan Analisa Risiko Bencana dalam program Desa Tangguh Bencana (Destana) BPBD Kabupaten Magelang pada Oktober 2017 menunjukkan ancaman banjir dan tanah longsor mempunyai risiko yang sangat tinggi. Bencana yang terjadi pada 29 April 2017 Di Desa Sambungrejo mengakibatkan banyak kerugian, di antaranya 13 korban jiwa, kerugian material berupa perumahan dan lahan pertanian serta gangguan psikososial pada anak dan dewasa.

Oleh sebab itu paradigma penanggulangan bencana menjadi tanggungjawab bersama yang harus dilaksanakan baik oleh pemerintah daerah, masyarakat, perguruan tinggi serta dunia usaha. Berawal dari hal itulah, Ns Margono MKep beserta Ns Khoirul Amin MKep dan Dr Riana Mashar MSi Psi menyusun proposal Program Kemitraan Universitas (PKU) UM Magelang berjudul “PKU bagi Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB) Desa Sambungrejo.”

Ketua tim Margono mengungkapkan, kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Grabag dan berlangsung selama Januari hingga Maret 2018. “Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan Desa Tangguh Bencana yang memiliki kemampuan mandiri dalam beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana,” ujar Dosen Fikes itu.

Ketua ORPB Grabag Fauzan sangat mendukung kegiatan sinergitas kampus dan MDMC Grabag. Ia berharap agar kegiatan tersebut dapat berkesinambungan terutama dalam hal penanggulangan darurat.

Di sela – sela kegiatan, Ketua MDMC Grabag M Nur Saefullah SPd. menyampaikan perlunya sinergi antara relawan dari masyarakat dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kemampuan masyarakat. “Bagaimanapun kesiapsiagaan masyarakat sangat dibutuhkan karena berada langsung dalam wilayah rawan bencana,” katanya. (vie/sct/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -