Masuk Zona Merah, OPRB Ditingkatkan

210
PENGABDIAN MASYARAKAT : UM Magelang bersama MDMC Grabag memberikan pendampingan pada OPRB Desa Sembungrejo untuk mengurangi risiko bencana. (DOK HUMAS UM MAGELANG)
PENGABDIAN MASYARAKAT : UM Magelang bersama MDMC Grabag memberikan pendampingan pada OPRB Desa Sembungrejo untuk mengurangi risiko bencana. (DOK HUMAS UM MAGELANG)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Wilayah Kabupaten Magelang yang berbukit mempunyai banyak potensi bencana, salah satunya adalah tanah longsor. Wilayah Grabag merupakan salah satu wilayah yang termasuk dalam zona merah.

Sejarah kebencanaan di Desa Sambungrejo Kecamatan Grabag dari hasil Kajian dan Analisa Risiko Bencana dalam program Desa Tangguh Bencana (Destana) BPBD Kabupaten Magelang pada Oktober 2017 menunjukkan ancaman banjir dan tanah longsor mempunyai risiko yang sangat tinggi. Bencana yang terjadi pada 29 April 2017 Di Desa Sambungrejo mengakibatkan banyak kerugian, di antaranya 13 korban jiwa, kerugian material berupa perumahan dan lahan pertanian serta gangguan psikososial pada anak dan dewasa.

Oleh sebab itu paradigma penanggulangan bencana menjadi tanggungjawab bersama yang harus dilaksanakan baik oleh pemerintah daerah, masyarakat, perguruan tinggi serta dunia usaha. Berawal dari hal itulah, Ns Margono MKep beserta Ns Khoirul Amin MKep dan Dr Riana Mashar MSi Psi menyusun proposal Program Kemitraan Universitas (PKU) UM Magelang berjudul “PKU bagi Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB) Desa Sambungrejo.”

Ketua tim Margono mengungkapkan, kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Grabag dan berlangsung selama Januari hingga Maret 2018. “Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan Desa Tangguh Bencana yang memiliki kemampuan mandiri dalam beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana,” ujar Dosen Fikes itu.

Ketua ORPB Grabag Fauzan sangat mendukung kegiatan sinergitas kampus dan MDMC Grabag. Ia berharap agar kegiatan tersebut dapat berkesinambungan terutama dalam hal penanggulangan darurat.

Di sela – sela kegiatan, Ketua MDMC Grabag M Nur Saefullah SPd. menyampaikan perlunya sinergi antara relawan dari masyarakat dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kemampuan masyarakat. “Bagaimanapun kesiapsiagaan masyarakat sangat dibutuhkan karena berada langsung dalam wilayah rawan bencana,” katanya. (vie/sct/ton)