Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng selaku yang punya gawe tidak membuat sekat atau pembagian tempat untuk massa pengiring paslon. Praktis, massa harus berbaur dan rentan terjadi gesekan.

Kericuhan hampir terjadi lagi setelah paslon mendapat nomor. Massa dari Sudirman-Ida langsung menerikkan nomor 2. Sementara pendukung Ganjar-Yasin meneriakkan nomor 1 sambil membawa balon berbentuk angka 1. Ada juga yang sudah siap membawa MMT bergambar jempol dengan tulisan angka 1 serta Ganjar & Yasin.

Eforia menerikkan nomor itu meledak sampai hampir terjadi keributan. Tapi, pihak keamanan yang sudah sigap, langsung bisa mengamankan situasi hingga bentrok tidak lagi terjadi.  Selesai acara, gedung sekitar menjadi penuh sampah. Banyak ditemukan bungkus makanan kecil dan botol air mineral. Ditemukan juga beberapa botol miras. (amh/aro)