Kecam Kekerasan Terhadap Tokoh Agama

310
INDONESIATIDAKTAKUT: Puluhan pendemo dari PKB Jateng menggelar aksi #IndonesiaTidakTakut di Jalan Pahlawan Semarang sebagai bentuk perlawanan terhadap sejumlah aksi kekerasan yang menyerang tokoh-tokoh agama. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INDONESIATIDAKTAKUT: Puluhan pendemo dari PKB Jateng menggelar aksi #IndonesiaTidakTakut di Jalan Pahlawan Semarang sebagai bentuk perlawanan terhadap sejumlah aksi kekerasan yang menyerang tokoh-tokoh agama. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Belakangan ini sejumlah tokoh agama di beberapa tempat menjadi korban tindak kekerasan. Atas rentetan insiden itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng meminta pemerintah untuk mengambil langkah secara tegas. Tuntutan itu diorasikan lewat aksi yang digelar di Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (13/2).

Di awal 2018 ini, ada empat insiden yang ‘menampar’ para tokoh agama. Dimulai KH Umar Basri, ulama, tokoh Nahdlatul Ulama (NU), sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Cicalengka Bandung menjadi korban. Kedua, ulama HR Prawoto dianiaya orang tak dikenal hingga meregang nyawa. Ketiga, persekusi terhadap Biksu Mulyanto Nuhalim dan pengikutnya di Tangerang. Disusul serangan ke jemaat Gereja St Ludwina, Sleman.

Mengutuk kejadian itu, puluhan massa dari DPW PKB Jateng turun ke jalan. Mereka meneriakkan “Kami Tidak Takut!” sepanjang aksi. Korlap aksi, Mahfudz Shodiq menjelaskan, gerakan ini merupakan inisiatif dari kalangan pemuda PKB sebagai wujud kritikan keras terhadap kekerasan yang menyerang tokoh agama. “Ini tidak ada yang memerintah. Kami inisiatif bikin aksi sendiri. Kami juga membuat tagar #IndonesiaTidakTakut untuk bukti bahwa kami memang tidak takut,” jelasnya.

Pihaknya tidak sekadar gembar-gembor saja, tapi juga membagikan bunga mawar kepada pengguna jalan yang melintas di Jalan Pahlawan. Bunga itu sebagai simbol kedamaian agar tidak ada lagi terjadi tragedi kekerasan di Indonesia.