Jual Obat Aborsi di Medsos

Pelanggannya Pemandu Karaoke Bandungan

551
SALAHGUNAKAN OBAT: Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho saat menginterogasi dua pengedar obat aborsi. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SALAHGUNAKAN OBAT: Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho saat menginterogasi dua pengedar obat aborsi. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Obat penggugur kandungan kini dijual bebas. Pelaku menawarkan obat aborsi tersebut lewat media sosial (medsos) Facebook. Namun aksi tersebut akhirnya terendus polisi. Dua pengedarnya berhasil diringkus aparat Polres Semarang. Pelaku diketahui bernama Erwin Maulana, 27, warga Gemah RT 01 RW VIII Pedurungan, Kota Semarang, dan Eko Arif, 19, warga Blater RT 01 RW VI Bandungan, Kabupaten Semarang.

Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho menjelaskan, kasus tersebut terungkap saat salah satu pelaku, Erwin, mengunggah obat jualannya tersebut ke media sosial. “Keduanya dengan sengaja mengedarkan obat Cytotec digunakan untuk aborsi janin,” jelas Agus kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (13/2).

Dikatakan, obat tersebut sebenarnya dipakai untuk merangsang janin yang sudah berumur 9 bulan apabila masih kesulitan dalam kontraksi. Namun oleh kedua pelaku, obat tersebut disalahgunakan dan diedarkan secara bebas tanpa resep dokter. “Saat meng-upload ke medsos disertai testimoni dari pembelinya,” tuturnya.

Keduanya ditangkap saat akan bertansaksi dengan pembeli di Dusun Manggung, Jimbaran, Kecamatan Bandungan.

Dijelaskan Agus, obat tersebut masuk dalam kategori keras. Sehingga penjualan obat tersebut harus dilengkapi dengan izin dan resep dari dokter spesialis kandungan. “Yang terjadi dua pelaku ini mengedarkan bebas, mengabaikan unsur kesehatan,” katanya.

Selain menangkap kedua pelaku, aparat Satuan Reskrim Polres Semarang juga ikut mengamankan barang bukti. Di antaranya, sepuluh butir obat Cytotec, satu ponsel, dan motor Honda Vario bernopol H 2457 YV.