Ingin Bergabung Pasukan Perdamaian

450
Bripda Ivana Alfiah (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
Bripda Ivana Alfiah (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – BAGI Bripda Ivana Alfiah, kehidupan polisi sudah tidak asing. Sebab, ayahnya adalah anggota Polri. Ia pun terpacu untuk meningkatkan kualitas dirinya dan mewujudkan keinginannya seperti sang ayah menjadi bagian dari Formed Police Unit (FPU).

Saat ini, dara yang akrab disapa Ivana ini tergabung dalam kesatuan Biro SDM Polda Jawa Tengah. Tiga tahun mengabdi sebagai anggota polisi rupanya memiliki cerita tersendiri bagi dirinya.

“Saya masuk dari Bintara.  Sebelum di SDM, saya di Binmas. Senang waktu ikut penyuluhan-penyuluhan. Apalagi kalau pas ke TK, kan sosialisasi soal Pocil (polisi cilik). Seru ketemu anak-anak,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (13/2).

Dara kelahiran 2 Januari 1995 ini mengaku, perjalanannya menjadi anggota Polwan tidaklah mudah. Sebab, ia harus mendaftar hingga dua kali sebelum akhirnya lolos.

Ia menceritakan, kali pertama dirinya gagal dalam tes akademik. “Waktu awal saya mendaftar polisi tidak didukung ibu. Ibu saya takut anaknya nanti jarang di rumah karena sibuk. Waktu mendaftar kedua kali, ibu baru mendukung, Alhamdulillah lolos,” katanya.

Ivana mengaku, menjadi polisi bukan hanya terinspirasi dari ayah dan neneknya. Tapi, dirinya ingin menjadi anggota pasukan perdamaian PBB yang bertugas di luar negeri. Menurutnya, pengalaman tersebut sangat sulit diperoleh dan mahal. “Itu jadi tantangan saya,” ujarnya.

Kendati demikian, Ivana mengaku belum mendapat kesempatan untuk ikut dalam tes masuk anggota FPU. Namun hak itu tidak menyurutkan semangatnya. Hal itu digunakannya untuk mempersiapkan diri dengan belajar bahasa Inggris dan melanjutkan kuliah.

Saat ini, Ivana tercatat sebagai mahasiswi semester 4 Fakultas Hukum Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Semarang. Ia mengaku tak mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara kewajibannya sebagai penegak hukum dan mahasiswi. “Untungnya jam kuliah malam, tapi kalau pas ujian bareng dengan jam kerja, saya pasti izin dengan pimpinan dan pasti dikasih, karena itu juga untuk masa depan,” katanya. (tsa/aro)