Gakkumdu Siap Jerat Pelaku Pidana Pemilu

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) yang terdiri dari Polres Magelang Kota, Kejaksaan Negeri Magelang, dan Panwaslu Kota Magelang siap menjerat para pelanggar atau pelaku pidana pemilu dalam waktu relatif cepat. Pidana pemilu seperti penyuapan atau politik uang, ketidaknetralan PNS/TNI/Polri pun siap ditangani oleh Tim Sentra Gakkumdu.

”Ketika masyarakat melakukan pelaporan pidana langsung didampingi oleh kepolisian dan kejaksaan untuk menentukan pasal apa yang sesuai. Mengingat durasi singkat saja dalam 14 hari penyelidikan maka dengan adanya satu atap maka proses akan lebih cepat,” kata Koordinator Divisi Hukum Penindakan dan Penyelesaian Sengketa Panwaslu Kota Magelang Supriyadi.

Dijelaskan lebih lanjut, Panwaslu, Kejari, dan Polres Magelang Kota punya peran masing-masing. Namun dengan adanya sentra Gakkumdu, ada penyamaan persepsi dalam menindak segala bentuk pelanggaran pidana pemilu. ”Untuk itu kita memerintahkan panwascam koordinasi dengan kapolsek atau kanit reskrim dan panwaslu kelurahan dengan babinkamtibmas,” imbuh Supriyadi.

Wakapolres Magelang Kota Kompol Prayudha Widiyatmoko menilai, kerjasama dalam sentra Gakkumdu sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak pidana pemilu, sehingga pelanggaran pidana pemilu bisa diminimalisir. ”Bukan kita mengutamakan menangkap atau menindak, tapi lebih untuk mencegah suatu pelanggaran di dalam kegiatan pemilu. Kepolisian siap bersikap netral dan meningkatkan kinerja melalui sentra Gakkumdu ini,” jelas Prayudha.

Sementara, Kasi Pidum Kejari Magelang Albertus Roni Santoso menjelaskan, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan kepolisian. Harapannya jika ditemukan kecurangan tindak pidana oleh polisi, bisa langsung dibuatkan tuntutan dengan cepat. ”Jangan sampai pemilu selesai, perkara belum selesai. Panwaslu kelurahan tidak perlu berpikir, ada kasus ini masuk perkara pidana pemilu atau tidak. Silakan laporkan, nanti penentu ini pidana atau bukan biar Gakkumdu saja,” tandas Albertus. (cr3/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Bobol Kotak Amal Menggunakan Lidi

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Pengalaman dipenjara tak membuat AH alias Ambon alias Mamere, 19, warga Kelurahan Kowangan ini jera. Ia kembali harus berurusan dengan polisi...

Usai Dugem, Gadis 15 Tahun Diperkosa

SEMARANG - Usai dugem di salah satu tempat hiburan malam di Semarang, gadis berusia 15 tahun berinisial GF, warga Sendang Guwo, Tembalang Semarang, dipaksa...

10 Persen PNS Pemkot Salatiga Bolos

SALATIGA—Hari pertama masuk kerja bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Salatiga setelah libur panjang Natal dan tahun baru, ditemukan masih terdapat sejumlah...

Hilang Saat Bekerja, Ditemukan Tewas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Seorang petugas kebersihan perumahan Citrasun Garden ditemukan tak bernyawa dalam aliran Sungai Jomblang yang melewati perumahan Citrasun Garden dan Perum Grha...

More Articles Like This

- Advertisement -