Di Tangan Ninik, Galon Bekas Jadi Karya Unik

1769

Bertahun-tahun menggeluti kerajinan dari daur ulang sampah, ada saja kreasi Ninik Suryani, 42, untuk membuat karya baru. Kali ini ibu satu anak ini membuat produk dari tutup bekas galon air mineral.

“Kalau di rumah ada tutup galon bekas jangan dibuang, masih bisa dijadikan kerajinan menarik,” kata warga Ngerjopuro, Desa Slogohimo, Kecamatan Slogohimo.

Benar saja, saat ini Ninik dengan tangannya yang lincah tengah membalut sebuah bekas tutup galon dengan kain perca. Di hadapannya sudah ada beberapa dompet kecil nan imut dan lucu yang siap dipasarkan. 

“Untuk membuat dompet mini seperti ini dibutuhkan dua bekas tutup galon, kain perca, lem, resleting dan kain flanel,” kata perempuan kelahiran 1976 ini sembari mencontohkan cara membuat dompet dari bekas tutup galon itu. 

Tangan-tangan lentiknya begitu cekatan membalut bekas tutup galon itu dengan kain. Lalu menyatukan dua bekas tutup galon yang telah dilapisi kain perca itu dengan resleting. Tampak begitu mudah, tidak membutuhkan waktu lama baginya membuat sebuah dompet cantik dari dua buah bekas tutup galon.

“Permukaan tutup galon dilem dulu lalu dilapisi kain kasa. Dilem lagi kemudian dilapisi kain perca. Kemudian keduanya disatukan dengan resleting yang dilem di kedua sisinya,” terang Ninik. 

Dompet-dompet inipun siap dijual ke pasaran. Bisa dijual di tempat-tempat arisan ibu rumah tangga. Atau ke pasar-pasar tradisional. Dompet kecil ini juga pas untuk suvenir pernikahan. “Harganya cukup terjangkau. Kalau saya menjualnya Rp 10 ribu per buah,” katanya. 

Ninik juga memperkaya bentuk dan desain dompet dari internet. Ide-ide yang didapat kemudian dimodifikasi dan diadaptasi sesuai dengan selera pasar. Bukan menjadi dompet saja, bekas tutup galon juga bisa dijadikan bros menarik. “Saya juga sering belajar dengan ibu-ibu PKK, alhamdulillah sudah ada yang dapat order,” katanya. 

Ibu satu anak ini hanya belajar otodidak dalam mengolah sampah-sampah itu menjadi produk yang bernilai seni tinggi. Semua dilakukan sendiri mulai dari mengumpulkan sampah, mencari bahan-bahan pendukung lalu mendesain dan membentuknya menjadi barang-barang yang bermanfaat.

(rs/kwl/bay/JPR)