Bau Limbah PT RUM masih Menyengat, Warga Keluhkan Pusing dan Mual

124

Poniem, 60, warga Kedungwinong, Kecamatan Nguter mengatakan, dirinya mengeluh pusing dan mual. Karena itu, dia datang ke pos kesehatan tersebut. Sebab, sampai saat ini masih ada bau tidak sedap dari area pabrik PT RUM.

”Dini hari dari jam 03.00 sampai pagi masih tercium bau. Kami merasakan pusing kalau mencium bau itu. Apalagi yang sudah berumur seperti saya ini,” papar dia.

Bau tersebut sangat menyengat saat pagi hari dan menjelang Maghrib. Apalagi saat ada angin berhembus baunya sangat terasa. ”Ini membantu ada posko untuk periksa kesehatan. Kami senang ada perhatian untuk masyarakat Nguter,” terang dia.

Tukiman, 66, warga lainnya mengungkapkan hal yang sama. Dia merasakan bau saat pagi hari. Karena itu dia mendesak agar segera ada tindakan untuk menghilangkan bau tersebut. ”Saya kalau pas mau makan ada bau itu sama sekali tidak nyaman,” ungkapnya.

Koordinator acara Eko Pujiatmoko mengatakan, kegiatan ini bekerjasama dengan beberapa pihak seperti TK Imam Suhada, KNPI, PKU Muhammadiyah Sukoharjo, dan relawan lainnya. Selain pemeriksaan kesehatan, ada pemaparan infeksi saluran pernapasan atas (Ispa), pembagian masker, pewangi ruangan, oksigen untuk 15 sekolah di enam desa terdampak.

”Dari pembukaan pagi sudah ada 60 orang yang daftar. Dibagikan juga susu, paket masker, dan Psiko Sosial,” papar Eko.

Eko berharap banyak pihak yang mau bekerjasama untuk membuka posko di wilayah terdampak lainnya. Hal ini agar semua warga bisa terjangkau. Selain itu, hal ini juga untuk bisa memahami penderitaan warga yang selama ini terdampak bau PT. RUM.

(rs/yan/bay/JPR)