500 Rumah Terendam, Gagal Panen 160 Ha

286
DEMI PENDIDIKAN : Warga Sayung melintasi banjir dengan sepeda ontel sembari mengantarkan anaknya sekolah. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
DEMI PENDIDIKAN : Warga Sayung melintasi banjir dengan sepeda ontel sembari mengantarkan anaknya sekolah. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Banjir yang melanda Kecamatan Sayung telah merendam 500 rumah warga di Desa Sayung dan Kalisari. Ketinggian air antara 30 sentimeter hingga 100 sentimeter. Warga yang terdampak mencapai 1.200 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 4 ribu jiwa.

Kapolres Demak AKBP Maesa Sogeriwo melalui Kabagops Kompol Sutomo mengatakan, untuk pengungsi masih nihil. Sedangkan, untuk tanaman padi yang gagal panen mencapai 160 hektare. Kondisi ini membuat petani setempat mengalami kerugian yang cukup besar.

“Banjir ini memang sulit surut. Sebab, curah hujan masih tinggi. Ini juga karena luapan sungai Dombo  serta buangan air PDAM Kudu disertai aliran irigasi tidak lancar,” ujar Kompol Sutomo, kemarin. Dia menambahkan, untuk mengatasi banjir ini, Polres Demak bersama instansi terkait telah membentuk posko gabungan siaga darurat bencana banjir. (hib/zal)