Warga Terancam Terisolir

126
MENGKHAWATIRKAN: Jembatan Karanggantung terkikis arus sungai. Jika tidak segera ditangani dikhawatirkan akan rubuh dan mengancam keselamatan pengguna jembatan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGKHAWATIRKAN: Jembatan Karanggantung terkikis arus sungai. Jika tidak segera ditangani dikhawatirkan akan rubuh dan mengancam keselamatan pengguna jembatan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Jembatan Karanggantung penghubung Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, yang terbentang di atas Sungai Belukar nyaris putus. Sebanyak 500 Kepala Keluarga atau 1.500 warga di tiga dukuh desa setempat terancam terisolir. Tiga dukuh tersebut yakni Dukuh Karanggantung, Sumiyak dan Seneng.

Talut jembatan kondisinya mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan. Derasnya arus sungai saat debit meningkat mengikis talut hingga berongga. Posisinya berada di sebelah barat jembatan.

Warga Khawatir, jika tidak segera ditangani maka setidaknya akan ada tiga dusun akan terisolir. Padahal jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses warga untuk beraktivitas keluar dusun.

Oleh warga sementara ini, jembatan ditutup separuh badan agar tidak dilintas kendaraan berat. Terutama truk pengangkut material maupun hasil panen.

“Pengikisan talut sungai sudah terjadi sejak sebulan ini. Diperparah dengan intensitas hujan tinggi yang mengakibatkan aliran sungai meningkat dan deras ,” kata Sudiro, 55, warga setempat, kemarin (12/2).

Pantauan di lapangan, kikisan membentuk lubang selebar tiga meter. Sedangkan kedalaman lebih kurang 1,5 meter. Sehingga memakan lebih dari separoh badan jembatan. “Jadi badan jemtan posisinya menggantung,” tandasnya.