GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan tidak main-main apabila mendapati Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemkot Semarang yang terbukti melakukan pungutan liar (pungli). Bahkan, Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi—sudah membuktikannya dengan mencopot dan menurunkan pangkat seorang  pejabat Eselon IIIA. Pasalnya, oknum pejabat tersebut kerap ‘bermain’ proyek dan memungut uang dari masyarakat.

Penanganan oknum pejabat tersebut sudah diserahkan kepada pihak Inspektorat untuk menelusuri kebenaran adanya aduan pungli dari masyarakat. Setelah terbukti, pejabat itu langsung dijatuhi sanksi tegas, yakni dicopot dari jabatannya dan diturunkan pangkatnya.

“Saya menerima aduan dari masyarakat. Tidak perlu saya sampaikan siapa (nama) orangnya. Sudah banyak yang tahu kok,” kata Hendi usai penyerahan laporan hasil kinerja Tim Saber Pungli Kota Semarang di ruang rapat Komisi A Lantai 8 Gedung Moch Ihsan, Kompleks Balai Kota Semarang, Senin (12/2).

Ditanya apakah pejabat tersebut adalah seorang camat? Hendi enggan membeberkan siapa pejabat tersebut. “Identitas pejabat itu tidak perlu diperjelas. Kami mengapresiasi kinerja tim Saber Pungli Kota Semarang. Baru satu tahun terbentuk, kinerjanya di luar dugaan,” katanya.

Sedikitnya ada sebanyak 34 aduan pungli, 17 di antaranya telah tertangani. Tahun pertama, tim Saber Pungli bersifat sosialisasi. Tetapi justru telah melakukan penanganan dan operasi tangkap tangan (OTT).