Pasar Imlek Semawis Simbol Keberagaman

301
SEMARAK: Ratusan lampion dipasang di lokasi Pasar Imlek Semawis di sepanjang Gang Pinggir dan Wotgandul Timur, Pecinan, Semarang. (kanan) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan staf ahli Menteri Pariwisata Don Kardono saat pembukaan Pasar Imlek Semawis 2018, tadi malam. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMARAK: Ratusan lampion dipasang di lokasi Pasar Imlek Semawis di sepanjang Gang Pinggir dan Wotgandul Timur, Pecinan, Semarang. (kanan) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan staf ahli Menteri Pariwisata Don Kardono saat pembukaan Pasar Imlek Semawis 2018, tadi malam. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasar Imlek Semawis (PIS) 2018 tadi malam (12/2) resmi dibuka di Gang Pinggir, kawasan Pecinan, Semarang Tengah. Even rutin setiap tahun ini bisa dijadikan contoh keberagaman yang nyata untuk kota-kota lain di Indonesia.

“Sekarang ini tantangannya banyak hal-hal yang intoleransi yang terjadi, dan kita ingin Kota  Semarang salah satu kota yang tidak hanya menjadi slogan, tetapi sudah menjalankan keberagaman di tempat ini,” kata Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) Harjanto Halim usai pembukaan Pasar Imlek Semawis, tadi malam.

Pembukaan Pasar Imlek Semawis 2018 bertajuk “Pasamuan Anak Zaman Now” ini dihadiri Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan staf ahli Menteri Pariwisata Don Kardono. Tarian Potret Pluralisme yang dimainkan oleh para siswa Sekolah Karangturi Semarang memeriahkan acara pembukaan. Selain itu, para tamu undangan juga disuguhi menu Yei Seng, yakni sayuran urap dan nasi goreng yang dibungkus daun jati, serta ayam goreng kebahagiaan dan kue Pandan Keju.

Harjanto menambahkan, Pasar Imlek Semawis akan berlangsung hingga 14 Februari besok. Lokasinya di Gang Pinggir hingga Wotgandul Timur. Selama even berlangsung ratusan lampion dipasang di sepanjang jalan. Alhasil, suasananya menjadi semakin semarak. Bahkan tak sedikit pengunjung yang memanfaatkan untuk foto selfie.

Menurut dia, PIS memiliki keunikan yang tidak dimiliki kota lain. Karena selama PIS semua kalangan masyarakat bisa berbaur, tak hanya warga keturunan Tionghoa saja. “Pasar Imlek Semawis ini sudah berlangsung ke-15 kali, dan sampai saat ini selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya,” ujarnya.