Luangkan Waktu Dampingi Dosen Berwisata

338

Gadis kelahiran Madinah, 29 Mei 1995 ini menceritakan, awal sebagai tour guide karena diajak salah satu owner tour dari Semarang. Ia dilatih jadi tour guide. “Sari situ saya banyak tawaran baik di Jepara sendiri maupun luar kota,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Pertama kali ia mendampingi wisatawan perhimpunan dosen Jawa Tengah yang berkunjung ke Jepara. Sarah –sapaan akrabnya- mengaku biasanya mendapat tawaran mendampingi wisatawan dari mahasiswa luar kota, dosen, perusahaan, bahkan para pensiunan pegawai. Selain di Jepara, ia juga sering ke luar daerah melayani rombongan wisata. Beberapa kota yang dikunjungi di antaranya Semarang, Malang, Batu, Bandung, Surabaya, Jakarta, dan Jogjakarta. “Selama menjadi tour guide saya tidak terikat dengan biro tour tertentu. Jadi bisa menerima job dari mana saja,” katanya. 

Silakan beri komentar.