Korban Melebihi Batas Kecepatan

577

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Insiden meninggalnya mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Muhammad Amiruddin, 22, yang mengalami kecelakaan di ruas Jalan Tol KM 11.00C/A, merupakan kecelakaan tunggal. Pihak kepolisian juga menyatakan kecelakaan tersebut dipicu laju kendaraan melebih batas kecepatan.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengungkapkan telah melakukan penyelidikan terkait kasus kecelakaan yang terjadi pada Minggu (11/2) sekitar pukul 12.25 kemarin.

“Dari hasil olah TKP, bekas ban di aspal, kemudian dari kerusakan kendaraan, dari bukti CCTV, yang terakhir kerusakan guardrail, bisa kami simpulkan bahwa kecelakan tersebut merupakan kecelakaan tunggal akibat adanya pelanggaran batas kecepatan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (12/2) kemarin.

Ardi menjelaskan, sesuai dengan peraturan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Jalan, untuk kendaraan yang melaju di jalan bebas hambatan dalam hal ini jalan tol, laju kecepatan maksimal 100 kilometer perjam. Namun, dari hasil penyelidikan di lapangan, laju kendaraan korban melebihi batas kecepatan.

“Hasil penyelidikan kami itu melebih 100 (km perjam), sehingga kendaraan mengalami oleng mengingat lokasi kejadian merupakan turunan jalan dan belokan,” bebernya.

Dari kejadian ini, pihaknya juga telah mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian termasuk kerabat korban. Diperoleh keterangan, pada malam hari sebelum peristiwa terjadi korban sedang melakukan kegiatan kumpul-kumpul dengan rekan-rekannya.