DPRD Minta Bupati dan Jajaran Berikan Solusi Dampak Penutupan Rita Pasaraya

Audiensi Karyawan Rita Pasaraya ke DPRD Wonosobo

906
AUDIENSI : DPRD Wonosobo saat menerima perwakilan karyawan Rita Pasaraya Wonosobo. (DOK HUMAS DPRD KABUPATEN WONOSOBO)
AUDIENSI : DPRD Wonosobo saat menerima perwakilan karyawan Rita Pasaraya Wonosobo. (DOK HUMAS DPRD KABUPATEN WONOSOBO)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – DPRD Kabupaten Wonosobo menerima audiensi perwakilan karyawan Rita Pasaraya Wonosobo beserta beberapa pihak yang selama ini beraktivitas di sekitar Rita Pasaraya Wonosobo di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Wonosobo, Senin (12/2). Dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Afif Nurhidayat beserta seluruh Wakil Ketua DPRD serta pimpinan dan beberapa anggota Komisi A, B, C dan D ini juga dihadiri perwakilan pedagang Wonosobo Plaza, pedagang kaki lima Wonosobo, para juru parkir sekitar Wonosobo Plaza, pedagang UMKM serta supplier Rita Pasaraya Wonosobo.

Menurut perwakilan karyawan Rita Pasaraya Wonosobo, Atik Prasetyorini, audiensi dilakukan setelah munculnya surat peringatan ketiga dari Pemkab Wonosobo tertanggal 23 Januari 2018 serta sesuai surat kesepakatan tertanggal 1 Maret 2017 yang memberikan toleransi kepada Rita Pasaraya Wonosobo selama 11 bulan untuk mempersiapkan tempat baru dan harus segera pindah maksimal tanggal 12 Februari 2017. “Sehingga praktis sejak Senin, 12 Februari 2018 seluruh aktivitas Rita Pasaraya Wonosobo berhenti, yang berakibat pada nasib ratusan orang yang selama ini mencari nafkah di seputaran Rita Pasaraya Wonosobo,” katanya.

Hal ini menurut Atik, menimbulkan keresahan di lingkungan keluarga mereka. Mengingat jumlah karyawan Rita Pasaraya Wonosobo ada 370 orang dan jika beserta keluarga sekitar 900 orang. Kemudian juru parkir sekitar Wonosobo Plaza beserta keluarga sekitar 100 orang, pedagang kaki lima dan Usaha Kecil Menengah yang terkait dengan keberadaan Rita Pasaraya Wonosobo sejumlah 101 supplier yang jika beserta keluarganya sekitar 400 orang. Ada sekitar 1400 orang yang terancam sumber kehidupannya dan mereka semua adalah penduduk Wonosobo.

“Untuk itu kami meminta solusi bagaimana nasib kami, sembari menunggu Rita Pasaraya Wonosobo yang rencananya akan dibangun di Kelurahan Wonorejo Kecamatan Selomerto selesai dibangun,” katanya.

Dari pemaparan Direktur General Affair Rita Pasaraya Wonosobo Budi Santosa disampaikan, saat ini pihaknya terus berproses setelah masa kontrak Rita Pasaraya Wonosobo habis di tahun 2015. Namun menurutnya, hal ini tidak mudah. Selain pemilihan lokasi yang sulit, juga nilai investasi yang akan ditanamkan melalui pembangunan Rita Pasaraya Wonosobo cukup besar, yakni sekitar Rp 117 miliar, sehingga diperlukan perencanaan dan penghitungan yang matang.