Ciptakan Kondusivitas Pembelajaran Matematika

146
Oleh: Samsul Hadi Mustofa SPd
Oleh: Samsul Hadi Mustofa SPd

RADARSEMARANG.COM – NILAI Matematika siswa sering kali rendah pada setiap ulangan harian, ujian sekolah (US) bahkan ujian nasional (UN). Mengapa hal ini selalu terjadi demikian? Pelatihan maupun seminarpun telah sering dilakukan. Lantas, ada apa dengan mata pelajaran matematika? Kita ketahui bersama bahwa tujuan pembelajaran akan tercapai manakala dapat memperhatikan beberapa hal penting diantaranya yang terdiri dari pemilihan metode yang tepat, pendekatan yang sesuai dan penggunaan media pembelajaran yang efektif. Pun performa maupun penampilan guru dalam mengajar termasuk gerak-gerik, gaya berbicara,mimik muka serta ekspresi. Karena guru saat mengajar menjadikan sorotan utama para siswa.

Pembelajaran matematika selama ini yang terjadi dikelas nampak seperti halnya sebuah ‘kuburan’ maupun bagaikan ‘penjara’. Bahkan suasana hening ini semenjak guru masuk kelas sampai dengan guru selesai mengajar dalam kelas tersebut. Kondisi seperti ini menjadikan multipersepsi, bisa jadi siswa diam karena takut sama guru. Bisa juga siswa diam karena takut dengan pelajaran matematika. Sehingga siswa harus berkonsentrasi penuh dalam menerima pelajaran yang disampaikan guru.

Jika dengan siswa terdiam semata-mata penuh dengan konsentrasi menerima mata pelajaran matematika mengapa nilai masih juga rendah? Namun jika siswa takut dengan guru, itu akan menjadikan masalah berkelanjutan bagi siswa maupun beban moral bagi guru. Karena dengan adanya hal tersebut akan berpengaruh pada hasil yang akan dicapai oleh siswa itu sendiri. Suasana hening ini sah-sah saja manakala siswa sedang melakukan kegiatan pengerjaan soal. Namun jika suasana ini menyebabkan pemerolehan nilai tidak signifikan. Maka perlu adanya inovasi-inovasi dalam penyampaian materi khususnya mata pelajaran matematika.

Peranan guru sangat penting dalam menentukan peningkatan mutu pendidikan. Untuk itu guru sebagai agen pembelajaran tidak hanya bertugas sebagai transfer of change namun lebih dari itu guru berfungsi sebagai transfer of value. Guru berkewajiban melakukan transfer of change sudah selayaknya guru harus profesional dibidangnya masing-masing. Karena guru akan mentransfer segala ilmu pengetahuannya terhadap siswa atas apa yang diperoleh pada jurusannya. Apalagi guru sekarang harus mengikuti standarisasi profesional yang dilakukan oleh pemerintah. Oleh karena,  perihal tentang materi keprofesionalan sudah bukan merupakan hambatan bagi guru sendiri maupun siswa yang akan menerima materi karena guru sudah profesional dalam hal materi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here