FASHION SHOW: Owner Sas Center bersama Ny Atikoh Ganjar Pranowo di Grand Candi Hotel Semarang Sabtu (10/2) dalam rangka HUT ke-43 Iwapi Jawa Tengah. (IST)
FASHION SHOW: Owner Sas Center bersama Ny Atikoh Ganjar Pranowo di Grand Candi Hotel Semarang Sabtu (10/2) dalam rangka HUT ke-43 Iwapi Jawa Tengah. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Untuk menjadi model tidak hanya dibutuhkan kecantikan fisik, tetapi juga harus cantik pribadinya. Kecantikan batin akan memancarkan pesona tersendiri. Sas Center, sekolah pengembangan diri yang berada di Jl Panembahan Senopati no 12C Magelang mencetak model-model yang cantik luar dalam.

Lembaga pendididkan ini memberikan solusi mencetak pribadi yang mempunyai karakter serta berkepribadian melalui pendidikan, latihan, pembekalan materi yang didasari nilai-nilai moral dan etika. Disempurnakan dengan keindahan pesona diri.

Sebagai satu-satunya lembaga pendidikan  pengembangan diri yang ada di Magelang, Sas Center membuka kelas pengembangan diri, public speaking, muslimah modeling dan modeling anak-anak dilengkapi ijazah.

“Untuk di bidang muslimah modeling kami akan mencetak para model muslim yang bukan hanya cantik secara lahir, tetapi juga cantik secara batin. Sebagai catatan Sas Center ketika menggelar Hijab Ambassador menyisipkan materi tes membaca Alquran, “ujar owner Sas Center, Sasmiati Satya Widyastuti atau akrab disapa Bunda Sas.

Lembaga ini memiliki ruang kelas yang nyaman dan luas. Siswanya tidak hanya remaja, anak-anak tetapi juga dari kalangan pekerja. Banyak lulusan Sas center yang sudah merasakan hasil tempaan Sas Center untuk kehidupan dan karir di dunia usaha maupun bisnis.

“Dalam memberikan pembelajaran, saya selalu menanyakan tujuan mengikuti pengembangan pendidikan di Sas Center. Sehingga saya bisa tahu apa yang mereka harapkan dari bergabung di Sas Center, “ terang Bunda Sas.

Seperti, ketika seorang anak mengikuti pengembangan diri di Sas Center, ternyata anak tersebut kurang percaya diri jika berada di depan kelas. Maka materi yang diberikan berbeda dengan siswa lain. Materi sesuai dengan kebutuhan siswa tersebut. “Ini berbeda dengan pelajaran yang saya berikan kepada seorang yang bergabung di Sas Center karena mematangkan diri untuk bisa jadi MC,” imbuhnya. (ima/lis)