Bangunan Teras Hancur Tertimpa Tembok Tetangga

123

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sebab anak dan cucu Suyatmin sedang berada di ruang tengah. Kendati demikian dua unit sepeda motor yang terparkir di teras ikut rusak.

”Sebenarnya saya sempat was-was karena dindingnya seperti mau roboh. Sudah saya beritahu pemiliknya, tetapi tidak ditanggapi. Saat roboh, saya sedang bekerja. Diberitahu teras rumah hancur, saya langsung pulang,” ujar Suyatmin kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (13/2).

Suyatmin berharap ada bantuan dari berbagai pihak untuk memperbaiki rumahnya. Sebab dinding rumah lainnya kondisinya memprihatinkan. Jika tidak dipugar seluruhnya, berpotensi terjadi bencana susulan. Mendapat laporan, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Klaten langsung memberikan bantuan berupa logistik dan material, kemarin siang.

Sementara itu, Suparman, 50, kerabat Siswanti mengakui dinding rumah yang roboh dalam kondisi retak. ”Bangunan rumahnya lama tidak ditempati Siswanti. Dia sekarang tinggal di Perumahan Griya Prima, Desa Belangwetan. Saat peristiwa terjadi, rumah dalam keadaan kosong,” ucap Suparman.

Kepala Desa Ceper, Ari Suparyanto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Klaten. ”Saat mengetahui masih ada dinding rumah yang belum roboh. Langsung dilakukan gotong royong dengan melibatkan seluruh warga dan relawan. Dalam pengerjaannya kita didampingi tim teknis, sehingga tidak sembarangan agar tidak ada korban,” tuturnya.

(rs/ren/fer/JPR)