UNS Sabet Emas IPITEx 2018

183

Kompetisi inovasi internasional ini diselenggarakan 2-6 Februari di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC), Thailand. Keduanya menampilkan alat inovasi teknologi bernama Scraper, Smart Chlorinated Rice Portable Detector. Alat tersebut berbasis microcontroller ATmega8535 dan Light Dependent Resistor (LDR).

Pembuat alat ini dilatarbelakangi maraknya oknum penjual beras curang yang sengaja menambah khlorin sebagai pemutih beras. Khlorin dipakai agar beras terlihat putih bersih layaknya beras berkualitas super. Sehingga beras lebih disukai konsumen.

”Selama ini masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga sudah membedakan beras yang mengandung pemutih atau tidak. Padahal khlorin sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Khlorin dapat merusak sel-sel darah, mengganggu fungsi hati, dan dapat merusak sistem pernapasan,” ujar Intan kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (12/2).

Atas hasil karyanya ini, Intan dan tim berhasil menyabet medali emas dan special award dari World Invention Intellectual Product Associations (WIIPA). Menyingkirkan 24 negara peserta lainnya. Di antaranya Kanada, China, Mesir, Jepang, Inggris, dan Singapura.

”Untuk mendapatkan medali emas ini, kami harus mempresentasikan inovasinya di depan para juri yang secara bergantian mendatangi masing-masing booth para peserta lomba. Alhamdulillah, tim UNS bisa membawa pulang dua penghargaan sekaligus,” papar Intan bangga.

Sementara itu, kompetisi ini adalah kerjasama antara National Research Council of Thailand (NRCT), International Federation of Inventor’s Associations (IFIA), dan WIIPA. Ajang Thailand Inventors Day diselenggarakan setiap tahunnya untuk mencari dan menampilkan potensi hasil penemuan dan inovasi dari inovator-inovator internasional. Dan pada 2018, ajang ini dikenal sebagai Bangkok International IPITEx 2018.

(rs/aya/bay/JPR)

Silakan beri komentar.